Waspada Lur! Ada Oknum Ngaku Bupati Sukoharjo Minta Uang Lewat WA

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 19:52 WIB
Ilustrasi Penipuan
Foto: Ilustrasi penipuan (Mindra Purnomo)
Sukoharjo -

Sebuah pondok pesantren (ponpes) di kawasan Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), hampir menjadi korban penipuan. Pengurus ponpes hampir saja mengirim uang kepada seseorang yang mengaku sebagai Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Modus yang digunakan pelaku ialah menghubungi korban dengan menggunakan WhatsApp (WA). Pelaku memakai foto Etik sebagai foto profil untuk membuat korban percaya.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Sukoharjo, Budi Santoso, mengatakan tim dari Bagian Hukum telah menindaklanjuti laporan masyarakat. Pihaknya sudah melaporkan kejadian itu kepada kepolisian.

"Sudah kami tindak lanjuti dengan lapor ke Polres Sukoharjo. Karena ini sudah mencemarkan nama baik bupati," kata Budi saat dihubungi detikcom, Senin (8/3/2021).

Sementara itu, Camat Grogol, Bagas Windaryatno, membenarkan kejadian itu berlangsung di wilayahnya. Pelaku menyasar ponpes untuk menjadi korbannya.

"Betul, ada oknum yang menggunakan identitas Bupati Sukoharjo untuk mencari keuntungan. Dia meminta uang kepada korban," kata Camat Grogol, Bagas Windaryatno, saat dihubungi wartawan, hari ini.

Kepada pengurus ponpes, bupati gadungan meminta sejumlah uang untuk ditransfer. Beruntung pihak ponpes menanyakan kebenaran kontak WA tersebut kepada pihak berwenang.

"Kami sampaikan kalau itu nomor palsu, sehingga belum jadi transfer," ujar Bagas.

Bagas pun meminta masyarakat waspada dengan penipuan bermodus serupa, sebab dimungkinkan aksi bupati gadungan itu tidak hanya terjadi di Grogol. Dia meminta masyarakat melaporkan kejadian ataupun keluhan ke nomor aduan Bupati Sukoharjo.

Adapun nomor kontak aduan resmi Bupati Sukoharjo ialah 089501157588. Selain itu, masyarakat bisa mengadu lewat Instagram etiksuryani_ad1b atau email pemkab@sukoharjokab.go.id.

"Silakan kalau ada aduan bisa langsung ke kontak resmi atau akun media sosial bupati," ujar Bagas.

(ams/rih)