Ke Solo, Menag Siapkan Groundbreaking Replika Grand Mosque Abu Dhabi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 17:22 WIB
Menag Yaqut Cholil bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming melakukan persiapan terkait groundbreaking replika Grand Mosque Abu Dhabi, Jumat (5/3/2021).
Menag Yaqut Cholil bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming melakukan persiapan terkait groundbreaking replika Grand Mosque Abu Dhabi, Jumat (5/3/2021). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo -

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menggelar rapat koordinasi di Solo hari ini. Mereka melakukan persiapan terkait peletakan batu pertama atau groundbreaking replika Grand Mosque Abu Dhabi di Solo yang akan berlangsung besok.

Yaqut mengatakan kedatangannya di Solo hari ini untuk memastikan hal-hal teknis agar acara groundbreaking berjalan lancar. Selain Menag, akan hadir pula Menteri BUMN Erick Thohir dan perwakilan menteri dari Uni Emirat Arab (UEA).

"Ini koordinasi teknis saja untuk persiapan acara groundbreaking Masjid Sheikh Zayed besok. Rencananya akan dihadiri Menteri Energi dan Menteri Wakaf dari Uni Emirat Arab," kata Yaqut di Balai Kota Solo, Jumat (5/3/2021).

Yaqut yakin pembangunan masjid tersebut akan berjalan lancar. Sebab koordinasi dengan pemerintah UEA sudah rutin dilakukan.

Soal dana pembangunan, kata Yaqut, seluruhnya akan dibiayai oleh pemerintah UEA. Masjid tersebut ditargetkan rampung tidak sampai tiga tahun.

"Insya Allah nggak ada kendala, semua lancar. Pemerintah Indonesia dan pemerintah UEA berkoordinasi dengan baik. Dan kita punya working grup yang selalu bertemu satu bulan sekali untuk memastikan masjid ini berdiri. Sama Islamic Center," ujar dia.

Gibran Rakabuming Raka sebelumnya juga sempat melakukan pertemuan dengan perwakilan UEA. Pertemuan itu dilakukan juga untuk memantapkan acara peletakan batu pertama besok.

Putra sulung Presiden Joko Widodo itu mengatakan PR dari Pemkot Solo adalah mencarikan lahan untuk Islamic Center. Sebab nantinya Islamic Center dan masjid akan dibangun terpisah.

"Saya sediakan di dekat UNS (Universitas Sebelas Maret) 3,9 hektare. Kebutuhannya kemarin bilangnya sih 2 hektare, kita sediakan lebih besar dulu. Di situ kan sudah ada UNS, harapannya nanti di area situ bisa lebih hidup lagi," tutupnya.

(rih/sip)