Ratusan Hektare Sawah Masih Kebanjiran, Petani di Kudus Belum Bisa Tanam

Dian Utoro Aji - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 14:27 WIB
Areal persawahan warga di Kudus yang masih terendam banjir, 5/3/2021
Areal persawahan warga di Kudus yang masih terendam banjir, Jumat (5/3/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus - Ratusan hektare persawahan di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, masih terendam banjir. Petani pun terpaksa belum bisa menanam tanaman lagi.

"JU (aliran Sungai Juana) sudah surut kita data bencana banjir. Nanti kita ambil dokumen ada berapa. Sampai saat ini lahan pertanian belum bisa ditanami di Desa Temulus, ini sekitar 221 hektare yang belum ditanami," kata Kades Temulus, Suharto, kepada wartawan ditemui di balai desa, Jumat (5/3/2021).

Suharto menuturkan lahan persawahan yang terendam di sekitar aliran Sungai Juana. Ketinggian air masih tinggi mencapai 1,5 meter.

Menurutnya petani pun pasrah, karena jika dipompa membutuhkan biaya cukup mahal. Padahal akhir bulan Maret sampai April merupakan masa tanam.

"Di rawa-rawa terendam, ketinggian tinggi sekitar 1,5 meter, cuman agak surut. Sementara belum ada (penyedotan air) karena kita keterbatasan pompa. Karena luasnya begitu ya. Juga cukup biaya mahal, pompanya besar," terang Suharto.

Suharto menjelaskan 221 hektare lahan persawahan yang masih terendam banjir meliputi lahan ditanami padi, tebu, hingga kolam ikan di Desa Temulus.

"Jadi dari lahan pertanian 221 hektare, tanaman tebu, pangan dan kolam. Beberapa sektor. Khusus padi 75 hektare," jelasnya.

"Kemarin baru bulan Desember tanam, baru seminggu sudah terendam banjir sampai sekarang," sambung Suharto.

Menurut dia akibat dari persawahan karena terendam banjir petani merugi hingga ratusan juta. Karena lahan persawahan di wilayahnya mayoritas ditanami padi dan tebu.

"Total kerugian, misalnya yang sebelah selatan sungai Juana itu ada 45 hektare. Per kotak diambil Rp 5 juta massa tanam. Itu tinggal kalikan. Kemarin ada saat ini diasuransi. Ada pengembalian kepada petani karena gagal panen dari instansi," terangnya.

"Terus tanaman tebu juga tidak bisa dipanen, pertama ke banjir. Kedua diserang tikus. Tebu 60 hektare sawah yang masih terendam banjir," imbuh Suharto.

Terpisah Kabid Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Dewi Masitoh, mengatakan pihaknya masih mendata lahan persawahan yang masih terendam banjir. Menurutnya saat banjir ada 3.010 hektare di sejumlah wilayah yang terendam banjir.

"Baru proses update dari teman-teman PPL. Terkait bibit tahapan kedua belum disetujui. Sudah kami usulkan baru proses dari pusat (Kementan)," ujar Dewi saat dihubungi lewat pesan singkat detikcom siang ini.

Dia menjelaskan dinas mencatat ada 2.601 hektare lahan persawahan di Kudus yang puso. Sebelumnya juga telah diajukan bantuan bibit.

"Pengajuan bantuan bibit tahapan satu 1.886 ha sudah disetujui. Proses pendistribusian ke poktan. Tahap kedua 1.525 ha belum," tambah Dewi.

Simak video 'Banjir Bikin Pelajar di Lamongan Terpaksa Naik Perahu ke Sekolah':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/rih)