Round-Up

Geger Warisan Berujung Ibu Kandung Dipolisikan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 08:08 WIB
Meliana W, ibu di Semarang yang dipolisikan anak kandungnya saat ditemui kawasan Jalan Rinjani, Semarang, Rabu (3/3/2021).
Meliana W, warga Semarang yang dipolisikan anak kandungnya. (Foto: Angling/detikcom)
Semarang - Seorang ibu di Kota Semarang dipolisikan anak kandungnya soal warisan. Ibu bernama Meliana W (64) diadukan ke Polrestabes Semarang atas tuduhan pemalsuan surat dan keterangan palsu dalam akta otentik.

"Pasal 263 ayat 1 dan 2, tentang surat palsu. Menurut saya ini tidak masuk karena klien saya ini tidak memalsu. Pasal 266 yaitu menyuruh memasukan keterangan palsu ke dalam akta otentik yang menimbulkan kerugian. Namun dalam hal ini, ini kan sedang digalakkan restorative Justice," Kata kuasa hukum Meliana, Deddy Gunawan hari Rabu (3/3).

Ia menjelaskan perkara berawal dari dua bidang tanah di kawasan Gajahmungkur Semarang yang akan diberikan kepada anak pertamanya. Kemudian datang wanita berinisial R yang merupakan teman almarhum suami Meliana menawarkan bantuan.

Dalam kepengurusan itu ternyata ada yang janggal dimana ahli waris malah menjadi hanya ada satu nama anak yaitu anak pertama, padahal Meliani memiliki empat anak. Merasa ada yang janggal, Meliana berusaha mengembalikan menjadi atas nama suaminya.

"Begitu tahu itu, Bu Meliana langsung suruh membatalkan akta waris itu sehingga dinyatakan tidak berlaku. Sehingga nama akta itu kembali ke nama Pak Sardjono. Sehingga tidak ada kerugian materi dan namanya sudah kembali lagi," jelasnya.

Namun ternyata Meliana sudah diadukan oleh anak ketiganya berinisial J. Upaya mediasi diupayakan kuasa hukum namun J tetap pada pendirian dan disebut meminta warisa Meliana, padahal Meliana masih sehat.

"Ketika kami mencoba mediasikan, Ibu Meliana menolak karena masih hidup. Kalau memang mau ya ini kami berikan sertifikat, hak dia senilai Rp 1 milyar. Itu yang akan diberikan kepada J. Namun J tidak ada tanggapan dan cenderung menantang bagaimana proses ini dilanjutkan sampai ke peradilan," tegasnya.

Meliana mengakui memang keluarga termasuk almarhum suaminya tidak akur dengan anak ketiganya tersebut.

"Anak Saya yang durhaka itu, memaksa minta warisan kepada Saya dan Saya masih hidup. Anak ini sering meneror saya sudah bertahun-tahun," ujar Meliana dengan suara bergetar.

Sementara itu J masih enggan berkomentar panjang. Menurutnya yang disampaikan pihak ibu tidak sesuai fakta. Ia tidak menjelaskan apa yang dimaksud karena sementara memilih untuk diam. J memang berencana akan memberikan keterangan di lain hari.

"Sementara saya enggak gubris. Saya lebih baik diam karena tidak sesuai fakta," kata J singkat saat dihubungi melalui telepon, Kamis (4/3/2021).

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana membenarkan soal adanya aduan tersebut. "Kita masih tindak lanjuti pengaduan. Laporannya bentuk pengaduan," kata Indra lewat pesan singkat hari Rabu lalu.

Simak juga 'Pria di Jambi Tega Bunuh Paman dan Tantenya Gegara Warisan':

[Gambas:Video 20detik]



(alg/mbr)