Anak yang Polisikan Ibu di Semarang Soal Warisan Akhirnya Buka Suara

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 14:41 WIB
Meliana W, ibu di Semarang yang dipolisikan anak kandungnya saat ditemui kawasan Jalan Rinjani, Semarang, Rabu (3/3/2021).
Meliana W, ibu di Semarang yang dipolisikan anak kandungnya. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

J (39) yang mengadukan ibunya ke polisi, Meliana W (64) ke Polrestabes Semarang atas dugaan pemalsuan surat akhirnya bicara. Saat diminta tanggapan soal pernyataan ibunya kemarin, J yang disebut menggugat ibunya setelah minta warisan itu tak bersedia bicara banyak.

"Sementara saya nggak gubris. Saya lebih baik diam karena tidak sesuai fakta," kata J singkat saat dihubungi wartawan melalui telepon, Kamis (4/3/2021).

J tidak menjelaskan fakta apa yang dimaksud. Namun ia kembali menegaskan jika yang disampaikan Meliana, menurutnya, tidak sesuai fakta. Ia berencana akan memberikan keterangan lebih lanjut di lain hari.

Diberitakan sebelumnya, Meliana meratapi nasibnya yang diadukan ke Polrestabes Semarang oleh J sejak Desember 2020. Meliana diadukan dengan pasal 263 KUHP ayat 1 dan 2 serta pasal 266 KUHP. Dalam perkara itu sebenarnya belum ada kerugian material.

"Pasal 263 ayat 1 dan 2, tentang surat palsu. Menurut saya ini tidak masuk karena klien saya ini tidak memalsu. Pasal 266 yaitu menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam fakta otentik yang menimbulkan kerugian. Namun dalam hal ini, ini kan sedang digalakkan restorative Justice," Deddy Gunawan, selaku kuasa hukum Meliana, Rabu (3/3) kemarin.

Deddy menyebut kasus ini berawal dari dua bidang tanah di kawasan Gajahmungkur, Semarang, yang akan diberikan kepada anak pertama Meliana, bernama Tommy. Kemudian datang wanita berinisial R yang merupakan teman almarhum suami Meliana menawarkan bantuan.

"Dua bidang tanah kecil, 220 meter dan 221 meter persegi, sertifikat atas nama Pak Sardjono, almarhum suami Bu Meliana. Bu R ini teman dari suami Bu Meliana," jelas dia.

Namun dalam surat akta waris itu tercantum hanya ada satu ahli waris yakni anak pertama Meliana, padahal dia memiliki empat anak. Menilai ada kejanggalan, Meliana lalu berupaya mengembalikan akta waris itu menjadi atas nama suaminya.

"Begitu tahu itu, Bu Meliana langsung suruh membatalkan akta waris itu sehingga dinyatakan tidak berlaku. Sehingga nama akta itu kembali ke nama Pak Sardjono, sehingga tidak ada kerugian materi (pelapor) dan namanya sudah kembali lagi," jelasnya.

Namun Meliana sudah diadukan oleh anak ketiganya yakni J ke Polrestabes Semarang. Upaya kuasa hukum untuk mediasi J juga sudah berjalan, tapi hasilnya buntu. J disebut meminta warisan kepada Meliana.

"Ketika kami mencoba mediasikan, Ibu Meliana menolak (memberi warisan) karena masih hidup. Kalau memang mau ya ini kami berikan sertifikat, hak dia senilai Rp 1 miliar, itu yang akan diberikan kepada J. Namun J tidak ada tanggapan dan cenderung menantang bagaimana proses ini dilanjutkan sampai ke peradilan," terang Deddy.

Lihat juga Video: Berpelukan! Anak yang Polisikan Ibu Kandung di Demak Cabut Laporan

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)