Minta Walkot Tegal-Wawali Setop Konflik, Ganjar: Silakan Tarung di 2024

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 21:57 WIB
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota Muhammad Jumadi, Selasa (2/3/2021).
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota Muhammad Jumadi, Selasa (2/3/2021). Foto: Imam Suripto/detikcom
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membenarkan adanya pertemuan antara Wali Kota (Walkot) Tegal Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota (Wawali) Muhammad Jumadi di rumah dinasnya. Dedy dan Jumadi bertemu Ganjar di Puri Gedeh, rumah dinas Gubernur Jateng, Minggu (28/2) lalu.

"Maka saya senang betul waktu datang ke kami malam itu. Memang mereka 'iya pak iya pak', gitu. Dan tidak ada suasana tegang itu, tidak ada. Antara wakil dan wali kotanya itu baik-baik betul. Gojeg (bercanda) juga di sini. Jadi menurut saya kalau saya lihat dari gestur, body language-nya, sebenarnya iki apa ta masalahe (ini apa sih masalahnya)?" kata Ganjar di rumah dinasnya, Kamis (4/3/2021).

Ia waktu itu meminta agar keduanya mengikuti rapat bersama agar masyarakat tahu mereka damai. Jika memang masih ada masalah, Ganjar mengistilahkan keduanya harus masuk ruang kerja, dikunci, kemudian menyelesaikan masalah dan bersalaman.

"Maka kalau ada yang tidak puas mangga dirembug sik (silakan dibicarakan dulu). Maka saya istilahkan anda berdua masuk kamar kerja dikunci ngobrol di situ padu ya entuk (bertengkar ya boleh), salaman yo entuk (salaman ya boleh), berpelukan juga boleh, yang penting kan sudah divaksin. Jadi artinya diselesaikan di situ," ujarnya.

Terkait Dedy Yon yang tetap melanjutkan aduan ke Polda Jateng terkait rekayasa kasus narkoba dengan pihak teradu Jumadi, Ganjar menyebut dicabut atau tidaknya aduan itu merupakan hak Dedy. Namun Ganjar berharap keduanya masih bisa menyelesaikannya dengan baik.

"Jadi soal cabut tidak mencabut sebenarnya hak mereka. Tapi saya katakan kalau kemudian di antara wali kota dan wakil bisa clearance maka sebenarnya masing-masing di antara mereka bisa bersikap. Opo yo kudu lapor-laporan, kalau ada yang salah di antara wakil dan wali kotanya minta maaf," tandas Ganjar.

Dalam pertemuan itu, lanjut Ganjar, dirinya sudah terang-terangan jika Dedy dan Jumadi memang ingin bersaing di politik maka dilakukan pada Pilkada 2024.

"Kalau nanti kontestasinya terkait dengan kursi, tunggu 2024, silakan anda tarung kalau memang mau cerai. Jadi baik-baik 'kawinnya', baik-baik juga cerainya. Itu sudah blak-blakan dan di sini semua ketawa, 'siap pak siap pak', gitu. Yawis dikerjakan, mudah-mudahan cepat selesai lah, harus ada yang mengalah. Kalau sudah saya kasih gitu ya mudah-mudahan bisa (selesai), saya sih yakin bisa," pungkasnya.

Untuk diketahui, Walkot Tegal Dedy Yon dan Wawali Jumadi sudah sempat terlihat duduk berdampingan dalam acara penyerahan program dari Wali Kota Tegal kepada Dansatgas TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2021 di Pendopo Pemerintah Kota Tegal, Selasa (2/3).

Jumadi diadukan ke Polda Jawa Tengah oleh Dedy Yon terkait dugaan rekayasa kasus narkoba. Meski sudah dimediasi Ganjar, Dedy menyebut untuk menguak fakta maka proses hukum harus berjalan.

"Untuk menguak fakta, proses hukum tetap berjalan," kata Dedy Yon kepada wartawan di Peringgitan, Selasa (2/3/2021).

(rih/rih)