Gus Muwafiq Bicara Soal Jenglot: dari Asal Usul hingga Keasliannya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 13:03 WIB
KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq), Blak-blakan detik.com, 6 Mei 2019.
KH Ahmad Muwafiq. (Foto: Mardi Rahmat/20 detik)
Bantul -

Temuan sesosok jenglot di makam keramat Buyut Akasah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ramai jadi perbincangan. Kiai muda kenamaan KH Ahmad Muwafiq menyebut jenglot yang ditemukan di Kudus itu belum tentu asli.

"Ya saya tidak tahu jenglot yang ditemukan yang asli apa yang palsu, karena saat ini banyak beredar jenglot yang palsu," kata pria yang akrab disapa Gus Muwafiq ini kepada detikcom, Kamis (4/3/2021).

Pasalnya, menurut Gu Muwafiq, jika betul-betul asli maka jenglot itu bisa bergerak. Sedangkan temuan jenglot di Kudus tidak bergerak dan hanya berada di dalam kotak.

"Kalau yang asli itu memang benar-benar makhluk, dia hidup dan dia bergerak bukan malah diam dan diwadhahi (dikemas) kotak seperti itu," ujar kiai muda berambut gondrong tersebut.

"Jadi kalaujenglot itu bergerak, makanya kalau orang ketemu fenomena jenglot itu biasa saja, karena sekarang banyak yang jual," lanjut Gus Muwafiq.

Menyoal asal usul jenglot, Gus Muwafiq menjelaskan jika jenglot adalah makhluk yang muncul di akhir era kerajaan Majapahit. Menurutnya makhluk itu adalah manusia yang mendalami suatu ilmu.

"Ya dia makhluk, makhluk yang sudah pernah menjadi tren pada zamannya, gitu. Jadi tren jenglot di kisaran Majapahit, era jenglot itu di akhir Majapahit awal Demak setelah itu jarang ditemui," katanya.

"Dulunya, jadi dulu itu ada orang yang punya ilmu, semacam ilmu rawa rontek. Ketika dia mau melepas kehidupannya tidak bisa dan jadi mengecil," lanjut Gus Muwafiq.

Menurutnya, regenerasi jenglot muncul dari mengaitkan dan membuat publikasi-publikasi soal jenglot. Namun, kebanyakan jenglot yang terpublikasi bukan yang asli.

"Coba saja kalau ketemu jenglot dibedah, kalau yang asli bentuknya seperti manusia tapi memang mengecil, meski keriput dia mengecil tapi utuh. Bukan benda mati, seperti boneka itu, karena jenglot itu bergerak," ujarnya.

Terkait imbauan kepada masyarakat, Gus Muwafiq meminta agar masyarakat tidak menyikapi temuan jenglot sebagai sesuatu yang heboh. Pasalnya jenglot adalah bagian dari peradaban masa lalu dan saat ini banyak yang palsu.

"Masyarakat kalau menemukan jenglot seperti menemukan keris saja, artinya sisa-sisa peradaban masa lalu. Jadi kalau ketemu jenglot jangan terlalu heboh, karena kan bisa jadi itu bukan jenglot asli," ucapnya.

Simak halaman selanjutnya...

Tonton juga Video: Heboh Penangkapan Jenglot di Banyuwangi

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2