Ada Rumah Nyempil di Antara Hotel Mewah di Sleman, Ini Kisahnya

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 14:50 WIB
Rumah mungil di tengah bangunan hotel mewah di Sleman
Rumah mungil di tengah bangunan hotel mewah di Sleman. (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Di Jalan Palagan, Ngaglik, Sleman terdapat bangunan rumah mungil yang lokasinya nyempil alias diapit hotel mewah. Uniknya, rumah sederhana itu berada di tengah megahnya bangunan hotel bintang lima di Yogyakarta. Bagaimana kisahnya?

Kesan kontras ini mengingatkan pada satu adegan film animasi UP. Dimana di antara megahnya bangunan apartemen ada satu bangunan rumah tua yang nyempil.

Pemilik rumah itu bernama Tukidi (70). Sejak tahun 1985, dia dan istrinya, Lasiyem (60) menghuni rumah sederhana di Jalan Palagan, Kalurahan Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

"Ini tanah warisan jadi tanah turun temurun, saya sudah di sini sejak 1985, sekarang tinggal bersama istri saya Lasiyem," kata Tukidi mengawali cerita saat ditemui di kediamannya, Rabu (3/3/2021).

Rumah milik Tukidi berada di atas tanah seluas 1.000 meter persegi. Letak rumahnya menjorok ke dalam sehingga tidak terlalu kelihatan dari jalan. Hanya papan nama warung dan plang bertuliskan 'Jual Kambing' saja yang menjadi penanda lokasi rumah itu. Sementara di sisi kanan, kiri, dan belakang rumah Tukidi berbatasan langsung dengan pagar Hotel Hyatt Regency.

Jauh sebelumnya, wilayah yang ia tempati merupakan tanah tadah hujan. Dia mengenang kala itu, dia hanya memiliki 5 tetangga saja waktu itu. Baru pada tahun 1992 saat ada perusahaan yang mau membangun hotel satu per satu tanah tetangganya dijual dan hanya tanah miliknya saja yang tersisa.

"Dulu ada yang mau bangun Hyatt butuh 25 hektare, tapi saya tidak tahu dapatnya berapa hektare yang sekarang. Kalau tanah saya ini luasnya 1.000 meter persegi. Kalau daerah ini dulunya tadah hujan," ungkapnya.

Rumah yang didiami oleh Tukidi bersama istrinya tak banyak berubah dari dulu. Masih berupa bangunan sederhana dengan beberapa kamar dan minim perabotan. Ruang tengah dan teras difungsikan sebagai warung makan tempat mereka berjualan.

"Dulu saya serabutan saja, lalu buka warung ini. Warungnya ini sudah ada sejak sebelum Hyatt dibangun," sebutnya.

Selanjutnya: Ingin mewariskan kepada anaknya

Selanjutnya
Halaman
1 2