Sudah 3 Bulan, Jalan Keluar Masuk Permukiman di Demak Ini Terendam Rob

Mochamad Saifudin - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 17:33 WIB
Warga melintas di jalan Dukuh Mondoliko, Desa Bedono Kecamatan Sayung, Demak yang terendam banjir rob, Kamis (18/6/2020).
Warga melintas di jalan Dukuh Mondoliko, Desa Bedono Kecamatan Sayung, Demak yang terendam banjir rob, Kamis (18/6/2020). (Foto: Mochamad Saifudin/detikcom)
Demak -

Warga di Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah harus basah-basahan jika keluar masuk permukiman. Kondisi itu lantaran banjir rob atau air pasang laut merendam satu-satunya jalan keluar masuk Dukuh Mondoliko selama tiga bulan terakhir.

"Sudah tiga bulan yang lalu (jalan Dukuh Mondoliko terendam banjir rob), sangat memprihatinkan sekali," kata Kepala Desa Bedono, Agus Salim saat ditemui di Dukuh Mondoliko, Kamis (18/6/2020).

"Warga saat berangkat pagi pukul 06.00 WIB, jalan sudah terendam air rob, sedangkan ketika pulang kerja harus menunggu di jalan Pantura tepatnya di Dukuh Sodong, Desa Sidogemah hingga pukul 20.00-21.00 WIB. Bukan untuk menunggu keringnya air rob, akan tetapi untuk menunggu kiranya sudah bisa dilewati," sambungnya.

Jalan warga Dukuh Mondoliko yang terendam rob itu berukuran lebar 1,5 meter dan panjang 3,5 km. Jalan itu menghubungkan permukiman dengan pasar, sekolah, dan tempat kerja. Jalan terendam rob setiap harinya dengan ketinggian air 30 hingga 60 sentimeter.

Agus mengungkapkan Dukuh Mondoliko terdapat 125 KK atau sekitar 570 jiwa. "Selain itu warga yang lewat pun banyak yang jatuh karena kondisi jalan yang licin," ujarnya.

Warga melintas di jalan Dukuh Mondoliko, Desa Bedono Kecamatan Sayung, Demak yang terendam banjir rob, Kamis (18/6/2020).Warga melintas di jalan Dukuh Mondoliko, Desa Bedono Kecamatan Sayung, Demak yang terendam banjir rob, Kamis (18/6/2020). Foto: Mochamad Saifudin/detikcom

Menurutnya, banjir rob tidak hanya berdampak pada jalan Dukuh Mondoliko, melainkan juga jalan kabupaten yang melintas di wilayahnya. Jalan kabupaten yang melintas di Desa Bedono yang sudah tak bisa dilewati lantaran banjir rob dan putus berjarak 2,5 kilometer.

"Jalan kabupaten yang dulunya menghubungkan dukuh per dukuh tersebut sudah tergenang air rob dan jalannya putus sekitar 15 tahun yang lalu. Yakni Dukuh Pandansari hingga Dukuh Bedono," ujar Agus.

Agus menjelaskan sekitar 9 ribu jiwa yang berada di sekitar jalan kabupaten yang putus tersebut, harus menempuh jarak 12 kilometer jika akan ke Balai Desa Bedono dan Kantor Kecamatan Sayung. Agus berharap kepada pemerintah agar bisa memberikan perhatian khusus terkait banjir rob yang berdampak pada warganya tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2