Setahun Pandemi Corona di Jateng dalam Angka

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 18:25 WIB
Asrama Haji Donohudan Boyolali digunakan sebagai tempat karantina pasien virus Corona (COVID-19). Asrama haji di Boyolali ini dikhususkan untuk merawat pasien OTG Corona.
Asrama Haji Donohudan Boyolali salah satu tempat karantina pasien COVID-19 di Jateng (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Semarang -

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat akumulasi kasus virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya hari ini sebanyak 154.945 kasus. Lewat disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi COVID-19, pandemi Corona diharapkan segera berlalu.

Dari data corona.jatengprov.go.id yang diupdate Selasa (2/3) pukul 12.00 WIB, total akumulasi kasus Corona di Jateng mencapai 154.945 orang. Dari jumlah tersebut ada 6.725 orang kasus aktif atau yang masih menjalani perawatan, 138.511 kasus sembuh, dan meninggal sebanyak 9.709 jiwa.

Sementara itu, Pemprov Jateng juga masih memantau 4.161 suspek Corona di Jateng. Sebagai catatan, kasus suspek merupakan orang dengan riwayat dari negara/wilayah transmisi lokal, dengan atau tanpa gejala/menyerupai COVID-19 dan perlu perawatan rumah sakit (belum dinyatakan terkonfirmasi dengan swab test).

"Satu tahun ini jadi evaluasi bersama bahwa yuk, kita cegah jangan ada kurva kedua begitu. Kalau kita tetap jaga prokes meski sudah divaksin, itu akan membantu sampai terjadi herd immunity," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai rapat penanganan COVID-19 di kantornya, Semarang, Selasa (2/3/2021).

Ganjar menyebut data kasus Corona di Jateng yang diambil dari skala mikro, ada 25 kecamatan yang termasuk dalam zona merah pada 7 Februari lalu. Namun, sepekan kemudian turun menjadi 10 kecamatan dan pada 21 Februari hanya terdata 4 kecamatan yang masuk zona merah Corona.

"Begitu juga di desa, pada 7 Februari ada 158 desa masuk zona merah, turun jadi 98 pada 14 Februari dan turun lagi jadi 30 pada 21 Februari. Artinya apa, saya melihat kondisi ini bagus, dan PPKM mikro berjalan dengan baik," terangnya.

"Selain itu, angka kasus harian juga terus mengalami penurunan. Per hari ini, jumlah kasus baru harian tertinggi di Banyumas dengan 52 kasus, Jepara 26 kasus, Klaten 23 kasus, Boyolali 22 kasus dan Kota Semarang 17 kasus. Bahkan di daerah lain seperti Wonogiri, Rembang, Kota Tegal, Salatiga dan Cilacap tidak ada penambahan kasus," imbuh Ganjar.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menyebut recovery rate (RR) di Jawa Tengah per tanggal 28 Februari sudah mencapai 89,49 persen. Sementara case fatality rate (CFR) juga tidak ada kenaikan, masih di angka 6,18 persen.

"Sementara itu, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit juga terus mengalami penurunan. Dari total 8.912 tempat tidur isolasi di rumah sakit, saat ini hanya terpakai 2.661. Sementara tempat tidur ICU dari total kapasitas 1.087, saat ini hanya terpakai 398," kata Yulianto.

Yulianto tidak merinci data tenaga medis yang terpapar Corona di Jateng selama setahun terakhir. Namun, menurutnya ada penurunan kasus terlebih saat ini sudah ada vaksin COVID-19.

"Kalau secara grafik terjadi penurunan setelah vaksinasi, sebelumnya tiap minggu 250 sampai 300 orang perminggu nakes di Jateng (terpapar COVID), setelah vaksinasi penurunan secara grafik signifikan. Sampai minggu ini itu rata-rata hanya 15 persen dari kejadian sebelum vaksinasi. Kalau kelompok nakes ini jadi representasi vaksninasi, berati memberikan harapan besar," ujar Yulianto.

Lihat juga Video: Kilas Balik Setahun Covid-19 di Tanah Air

[Gambas:Video 20detik]



(ams/mbr)