Waspada! Staf Notaris Ini Gunakan Covernote Palsu untuk Kelabuhi 3 Bank

Andika Tarmy - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 18:15 WIB
Polisi saat menggelar rilis kasus pemalsuan surat di Satreskrim Polres Karanganyar, Selasa (2/3/2021)
Polisi saat menggelar rilis kasus pemalsuan surat di Satreskrim Polres Karanganyar, Selasa (2/3/2021) Foto: Andika Tarmy/detikcom
Karanganyar -

Seorang staf notaris berisinial VA (34) ditangkap aparat polisi akibat melakukan pemalsuan covernote. Dengan covernote palsu ini, VA mengajukan kredit senilai total Rp 800 juta di tiga bank berbeda dengan jaminan sertifikat tanah yang sama.

"Jadi tersangka atas nama VA, melakukan kejahatannya dengan cara memalsu sebuah covernote. Covernote itu adalah pengganti agunan atau pengganti jaminan bank, dengan alasan (akan) dibalik nama," ujar Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Tegar Satria Wicaksana, saat menggelar rilis kasus di Satreskrim Polres Karanganyar, Selasa (2/3/2021).

Tegar mengatakan awalnya tersangka mengajukan kredit ke salah satu bank pemerintah di Karanganyar. Tegar menyebut tersangka VA menggunakan sertifikat tanah miliknya sebagai jaminan.

"Sertifikat yang telah diagunkan tersebut, diambil dan diganti dengan covernote. Pihak bank percaya karena covernote tersebut dikeluarkan oleh pihak notaris. Jadi pelaku menyerahkan covernote palsu kepada bank, seakan-akan tanah ini akan dibalik nama," imbuhnya.

Setelah sertifikat kembali ke tangan tersangka, dia lalu beralih ke bank lain untuk menjaminkan sertifikat tanah yang sama. Di bank kedua ini, tersangka kembali melakukan aksinya.

"Diambil lagi sertifikatnya diganti covernote, kemudian dijaminkan lagi ke bank lain," kata Tegar.

Dengan modus yang sama, tersangka menjaminkan dua lembar sertifikat tanah ke tiga bank pemerintah di Karanganyar Dengan nominal pinjaman yang berbeda, total tersangka mengantongi duit senilai total Rp sekitar 800 juta.

"Nominal pinjaman bervariasi, ada Rp 200 juta, Rp 40 juta dan Rp 250 juta. Kami total sekitar Rp 800 juta," terangnya.

Kasus ini terbongkar usai direktur salah satu bank mendatangi kantor notaris tempat tersangka bekerja. Pihak bank menanyakan terkait tenggat covernote yang telah habis, namun sertifikat tanah belum dikembalikan.

"Covernote itu biasanya paling lambat 3-6 bulan. Sudah lewat tiga bulan, agunan tidak kembali. Akhirnya pihak bank klarifikasi," jelas Tegar.

Pihak notaris pun kaget karena tidak pernah mengeluarkan covernote tersebut. Merasa dirugikan, pihak notaris akhirnya lapor polisi.

"Jadi covernote-nya asli, namun tersangka memalsu tanda tangan notaris. Atas dasar itu kami mengamankan tersangka," tegasnya.

Kepada polisi, tersangka mengaku nekat melakukan pemalsuan tersebut demi mendapatkan uang. Pengakuan pelaku, uang tersebut digunakan untuk membangun rumah.

"Kami mengimbau kepada rekan-rekan direktur bank, atau yang menangani perkreditan, apabila salah satu staf notaris atau lainnya mengambil covernote untuk alasan balik nama atau lainnya tolong dikroscek lagi. Karena dengan modus ini, bisa dikatakan modus baru untuk melakukan penipuan," jelasnya.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan tiga covernote palsu serta satu unit laptop. Polisi menjerat pelaku dengan pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan surat.

"Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara," pungkasnya.

(ams/mbr)