ADVERTISEMENT

Setahun Corona di RI

Daftar Aksi Jemput Paksa Jenazah-Pasien Corona di Jateng

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 12:36 WIB
Massa geruduk RSUD Brebes untuk mengambil paksa jenazah pasien Corona, Sabtu (26/12/2020).
Kerusakan di RSUD Brebes gegara digeruduk massa yang jemput paksa pasien positif Corona, Desember 2020. (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Yogyakarta -

Sejumlah peristiwa bikin geger di Jawa Tengah selama pandemi virus Corona atau COVID-19 melanda setahun ini. Salah satunya yakni aksi jemput paksa pasien atau jenazah positif virus Corona.

Peristiwa pertama terjadi di Klinik Bhakti Padma Blora pada Juni 2020 silam. Pihak keluarga memaksa membawa pulang 14 pasien COVID-19 yang dirawat di klinik tersebut. Pihak klinik tak bisa berkutik. Pihak Pemkab akhirnya juga mengalah dan menyerahkan pengawasan pasien kepada keluarga.

"Pihak keluarga meminta paksa agar pasien baik yang masih positif swab COVID ataupun yang sudah negatif swab untuk dirawat di rumah," ujar Direktur RSUD dr Soetijono Blora, dr Nugroho Adiwarsono Sp OG, Selasa (16/6/2020).

"Total ada 14 pasien dari klaster Temboro yang dirawat di klinik Bhakti Padma. 11 orang masih dinyatakan positif swab dan 3 orang (sempat positif Corona) sudah dinyatakan negatif swab. Semua dipulangkan," kata Nugroho saat itu.

Nugroho mengaku sudah memberi pengertian bahwa membawa pulang pasien yang masih hasil swab-nya masih positif sangat membahayakan. Namun keluarga pasien saat itu tetap meminta pasien dipulangkan dengan apapun syaratnya.

"Ya mau gimana lagi, dari pada terjadi keributan. Kita perbolehkan," jelasnya.

Juru bicara keluarga, Umar Abdul Aziz, mengungkap alasan di balik aksi mereka. Alasan membawa pulang pasien adalah karena sudah terlalu lama dirawat, di antaranya ada yang sudah dirawat selama 40 hari hingga dua bulan tapi belum ada perkembangan.

Umar mengatakan kondisi tersebut membuat pasien merasa tertekan dan jenuh. Padahal secara fisik, kata Umar, para pasien tidak menunjukkan gejala sakit seperti batuk dan pilek. Namun dari hasil tes swab, para pasien itu memang masih dinyatakan positif virus Corona.

"Secara fisik mereka itu sehat, tidak menunjukkan gejala sakit. Dokter di sini saja tadi menyampaikan keheran melihat situasi ini. Kondisi sehat tapi tes swab masih positif," tuturnya.

Oleh sebab itu, keluarga memutus agar anak-anak dirawat di rumah. Pihak keluarga. kata Umar, juga siap menjalankan protokol kesehatan yang diminta oleh pihak rumah sakit. Pihak keluarga juga siap koperatif bekerja sama dengan pihak kelurahan, kecamatan dan Puskesmas sampai hasil tes swab para pasien negatif Corona.

Atas kejadian tersebut, Pemkab Blora akhirnya juga memberikan izin. "Kalau memang memaksa untuk isolasi mandiri di rumah, syaratnya satu harus disiplin ketat jangan sampai keluar rumah," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Lilik Hernanto saat itu.

Simak juga video 'Tahapan Protokol Pemakaman Jenazah Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya: aksi jemput paksa jenazah pasien Corona di Brebes...



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT