Warga Saksikan Orang Lompat ke Bengawan Solo, Tinggalkan Motor Pelat Merah

Achmad Syauqi - detikNews
Minggu, 28 Feb 2021 20:03 WIB
Ilustrasi Bunuh Diri
Foto: Thinkstock
Sukoharjo -

Aksi lompat ke Bengawan Solo dari atas jembatan Pondok, Kecamatan Grogol, Sukoharjo diketahui oleh warga. Sedangkan di lokasi ditemukan motor dinas Sekretaris Desa Serenan, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jateng.

Menurut Camat Grogol, Bagas Windaryatno, saksi melihat seseorang menceburkan diri aliran Bengawan Solo itu. Korban meninggalkan sebuah sepeda motor berpelat merah dengan nomor polisi AD 6762 XL. Saat ditemukan, kunci motor tersebut masih tertancap.

"Ada saksi yang melaporkan seseorang terjun ke sungai, sekitar pukul 13.30 WIB," kata Bagas saat dihubungi detikcom, Minggu (28/2/2021).

Warga mengatakan sepeda motor itu milik Sekretaris Daerah Serenan. Namun Bagas masih mengecek kebenaran informasi itu. "Infonya seperti itu, tapi masih dikonfirmasi," ujarnya.

Kades Serenan, Sri Suhadi, mengakui kemungkinan pelaku lompat dari jembatan itu adalah Sekdes, SW (46). "Indikasinya memang Pak Carik (sekdes) tapi juga belum pasti. Yang jelas sejak siang pamit pergi dan sekarang belum pulang," kata Sri Suhadi saat dihubungi detikcom di ponselnya, Minggu (28/2/2021).

Menurut Sri Suhadi, dari keterangan keluarga yang bersangkutan pamit dengan keluarga pukul 11.00 WIB. Pamitnya hendak cari kebutuhan. "Pamitnya cari butuh. Naik sepeda motor dinas dan tidak berseragam sebab ini hari Minggu," lanjut Sri Suhadi.

Keterangan serupa juga diberikan Camat Juwiring, Herlambang Joko Santosa. "Ini saya masih di Polsek Grogol dan menurut keterangan benar ada orang terjun dari jembatan dilihat orang mancing. Tapi belum bisa dipastikan itu pak Sekdes Serenan atau bukan karena belum ditemukan," papar Herlambang.

Soal sepeda motor yang ditemukan di lokasi jembatan, tegas Herlambang, dari hasil pengecekan memang milik Sekdes Serenan. Tapi apakah yang membawa terakhir yang bersangkutan juga belum dipastikan.

"Motornya memang inventaris Sekdes. Tapi yang membawa ke jembatan apakah yang bersangkutan juga belum pasti sebab tidak ada saksi mengenali dan ini masih disisir tim SAR," pungkas Herlambang.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemkab Klaten, M Himawan Purnomo mengatakan motor yang di lokasi adalah motor operasional Sekdes Serenan. "Iya itu motor operasional Sekdes Serenan," ungkap Himawan pada detikcom.

Saat ini upaya pencarian terduga sekdes yang melakukan bunuh diri dengan melompat dari jembatan tersebut masih terus dilakukan.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda, pembaca, merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(bai/mbr)