Dimakamkan di Karanganyar, Pimpinan MTA Ahmad Sukina Wafat Positif Corona

Andika Tarmy, Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 16:47 WIB
Pimpinan Majlis Tafsir Al-Quran (MTA) Ahmad Sukina meninggal dunia. Jenazah Sukina dimakamkan di Pemakaman Muslim Kaliboto, Mojogedang, Karanganyar, Jateng.
Suasana pemakaman jenazah pimpinan MTA, Ahmad Sukina, Kamis (25/2/2021). (Foto: Agung Mardika/detikcom)
Solo - Pimpinan Majlis Tafsir Al Qur'an (MTA) Ahmad Sukina, tutup usia hari ini. Sekretaris MTA Pusat, Sunarno, mengatakan Ahmad Sukina meninggal dalam kondisi positif terpapar virus Corona atau COVID-19.

"Pada hari Rabu (24/2) pagi itu, kami juga mendapat kabar katanya ada gejala stroke-nya gitu, kemudian sakit, jatuh di kamar mandi, kemudian dibawa ke rumah sakit. Ternyata juga ada sesak, ada gejala-gejala COVID, ternyata beliau juga COVID," ujar Sunarno, ditemui wartawan usai pemakaman di Pemakaman Muslim Kaliboto, Karanganyar, Kamis (25/2/2021).

Sunarno menjelaskan kepergian Ahmad Sukina mengejutkan banyak pihak karena sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda apapun. Ahmad Sukina disebutnya masih aktif berkegiatan di MTA.

"Beliau tidak ada tanda-tanda itu gerah (sakit). Sekalipun sebelumnya beliau gerah, dalam pengobatan terus, tetapi beliau tetap kegiatan aktif, lewat pemancar di MTA TV sekalipun dari rumah," terangnya.

"Dan kemudian kami juga terkejut setelah itu beliau tidak sadar. Terus tadi malam kehendak Allah beliau dipanggil ke hadapan Allah SWT," imbuhnya.

Sunarno mengenang pertemuan terakhirnya dengan pimpinan MTA tersebut. Saat itu, Ahmad Sukina masih sempat memberikan beberapa nasihat kepadanya.

"Tampaknya (saat itu) beliau sudah terasa ya, memberikan nasihat-nasihat. Tentang apa pentingnya persatuan, kesatuan, persaudaraan sesama kita. Itu yang sangat mengesan kepada kami," kata dia.

Sunarno sendiri memandang Ahmad Sukina sebagai pribadi yang gigih. Kegigihannya tampak pada semangat Ahmad Sukina yang luar biasa meskipun usianya sudah kepala tujuh.

"Beliau itu memang orang yang sangat gigih, pendirian kuat, mengajak umat kembali kepada Alquran dan sunah. Itu dimanapun kapanpun, sungguh kami heran sekalipun sudah sepuh tapi semangat luar biasa," paparnya.

Sunarno memintakan doa maaf kepada semua pihak, jika Ahmad Sukina pernah berbuat salah. Pihaknya berjanji akan meneruskan perjuangan Ahmad Sukina di MTA.

"Mohon doanya kalau beliau dalam memberikan materi kajian dan bergaul banyak salah, banyak kurangnya, kami atas nama keluarga dan pimpinan MTA Pusat Surakarta mohon maaf sebesar-besarnya," ujarnya.

"Insyaallah kami yang diberikan warisan kegiatan di sini, insyaallah kami akan melanjutkan perjuangan beliau. Karena beliau sangat gigih dan kami segenap pimpinan siap melanjutkan," tegas Sunarno.

Sementara itu, putra Ahmad Sukina, Muhammad Fathin Habibibullah, mengaku tidak mengetahui alasan RSUD dr Moewardi menerapkan protokol COVID-19. Namun dia tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Saya sendiri tidak mengecek rekam medisnya. Tim dokter hanya mengatakan ada gejala stroke mendadak. Kami mengikuti petunjuk dokter (dengan menerapkan protokol COVID-19) karena mereka yang lebih ahli," katanya. (sip/rih)