Polisi Sita 47 Motor Mencurigakan Ditampung di Sebuah Rumah di Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 20:46 WIB
Polisi menggerebek sebuah rumah di Solo, Rabu (24/2/2021). Puluhan sepeda motor di teras rumah tersebut lalu diangkut menggunakan truk.
Polisi menggerebek sebuah rumah di Solo, Rabu (24/2/2021). Puluhan sepeda motor di teras rumah tersebut lalu diangkut menggunakan truk. Foto: dok. Humas Polresta Solo
Solo -

Polresta Solo menggerebek sebuah rumah di Kelurahan Panularan, Laweyan, Solo, Rabu (24/2/2021) sore. Puluhan sepeda motor di teras rumah tersebut lalu diangkut menggunakan truk ke Mapolresta Solo.

Total ada 47 sepeda motor yang disita. Kebanyakan sepeda motor sudah dalam kondisi bekas dan berdebu, namun ada beberapa yang masih tampak baru.

Sepeda motor diangkut karena diduga tidak memiliki kelengkapan administrasi. Selain itu, polisi akan menyelidiki apakah sepeda motor itu terkait dengan kasus kejahatan.

Kapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak, mengatakan awal dari temuan tersebut ialah saat menangkap seorang pria pelaku tindak kekerasan berinisial G. Namun dia belum memerinci kasus kekerasan yang dimaksud.

"Setelah kita amankan tersangka (G), kita geledah rumahnya. Kita temukan puluhan STNK di dalam tas. Kita selidiki kemungkinan sepeda motor ini sebagai hasil tindak pidana," kata Ade saat dijumpai di Mapolresta Solo, Rabu (24/2/2021).

Pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi. Diketahui bahwa G sudah setahun menitipkan motor ke sebuah rumah kosong tersebut.

"Waktu dititipkan alasan rumahnya sedang direnovasi. Ternyata sampai hari ini bertambah terus sampai 47 sepeda motor. Rumah sudah jadi pun tidak dipindahkan. Tapi keterangan yang bersangkutan berbeda," kata dia.

Pihaknya masih mendalami tindak pidana yang membuatnya menjadi tersangka. Selain itu, polisi juga mengecek keabsahan kendaraan motor sitaan itu.

"Masih kita dalami semuanya. Karena ini keterangan tersangka berubah-ubah terus," kata dia.

Seorang warga sekitar lokasi mengatakan rumah tersebut kosong sejak 1,5 tahun yang lalu. Dia mengenal G sebagai penjual sepeda motor bekas.

"Dulu kalau siang jualan di depan sekolahan itu, buka tenda. Sorenya diangkut lagi. Setahun terakhir dititipkan di rumah itu. Saya dititipi karena rumah saya dekat sini," katanya.

(rih/mbr)