Usut Dugaan Korupsi Stadion Mandala Krida, KPK Panggil Pejabat Pemda DIY

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 17:56 WIB
Mantan Kepala Inspektorat DIY Sumadi saat memenuhi panggilan KPK terkait dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida APBD 2016-2017 di Mapolres Sleman, Selasa (23/2/2021).
Mantan Kepala Inspektorat DIY Sumadi saat memenuhi panggilan KPK terkait dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida APBD 2016-2017 di Mapolres Sleman, Selasa (23/2/2021). Foto: Jauh Hari/detikcom
Sleman -

Penyidik KPK mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan proyek Stadion Mandala Krida, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sejumlah saksi dipanggil untuk dimintai keterangan di Mapolres Sleman hari ini.

Salah satu yang dipanggil yakni Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Sumadi. Sumadi bercerita dirinya dimintai keterangan terkait tugasnya sebagai Kepala Inspektorat kala itu.

"Aku tidak diperiksa, aku di Inspektorat cuma sebentar, (tadi) cuma (ditanya) tugas fungsi pokok inspektorat. Itu saja," kata Sumadi usai memenuhi panggilan KPK di Mapolres Sleman, Selasa (23/2/2021).

"Saya hanya sebentar di Inspektorat nanti dilanjutkan teman-teman yang lain, jadi saya tidak berkaitan dengan apa yang menjadi bahan pemeriksaan," lanjutnya.

Sumadi mengaku tidak terkait dengan perkara dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida tahun anggaran 2016-2017. Sebab, pada 2017 itu dia telah menjabat sebagai Sekda Sleman.

"Aku kan sudah di Sleman, waktu itu dia tahunya saya di sana tapi saya kan nggak melakukan itu," tukas Sumadi.

Sumadi mengaku saat menjabat sebagai Inspektur belum pernah memeriksa urusan yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek Stadion Mandala Krida.

"Nggak (memeriksa) karena cuma sebentar (di Inspektorat)," katanya.

Sumadi datang setelah zuhur dan selesai saat asar. Dia enggan membeberkan berapa pertanyaan yang diajukan oleh penyidik KPK.

"Cuma sebentar, datang pas zuhur. (Berapa pertanyaan?) Wah lupa karena tadi sambil guyon," ucapnya.

Sementara itu dalam dalam keterangan tertulis dari KPK hari ini menyebut ada sejumlah saksi lain yang diperiksa. Mereka yakni Aminto Mangun Diprojo yang merupakan pemilik PT Kenanga Mulya, PT Bimapatria Pradanaraya dan PT Tata Analisa Multi Mulya, Thomas Hartono dari pihak swasta, Erlina Hidayati Sumardi yang merupakan mantan Sekretaris Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Bidang Perencanaan Dikpora DIY Suroyo.

Terpisah, Erlina Hidayati saat dimintai konfirmasi mengaku belum menerima surat pemanggilan KPK untuk pemeriksaan hari ini. Namun, Erlina mengaku sempat dipanggil Lembaga Antirasuah tersebut saat awal dugaan kasus korupsi Stadion Mandala Krida mencuat.

"Kalau kemarin memang sempat ditanya. Kalau yang hari ini belum. Kemarin itu hanya dimintai keterangan saja, dimintai informasi terkait pembangunan Stadion Mandala Krida karena dulu kan saya di Bappeda," kata Erlina saat dihubungi wartawan hari ini.

Sehari sebelumnya penyidik KPK juga telah memanggil lima orang saksi terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida. Para saksi yang dipanggil berasal dari swasta dan pejabat pemerintah seperti Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji hingga PNS di Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan Sekretariat DIY Gutik Lestarna.

Sementara itu dari pihak swasta yaitu Kepala Studio PT Arsigraphi Eka Yulianta, Direktur III CV Reka Kusuma Buana Paidi, dan Direktur PT Eka Madra Sentosa Ahmad Edi Zuhaidi.

"Para saksi didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh para subkontraktor yang mengerjakan pembangunan Stadion Mandala Krida yang dananya bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2016-2017 di pemerintah Provinsi DI Yogyakarta," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (22/2).

Saksikan juga 'Kasus Korupsi DAK Sulbar, Kejati Amankan Rp 783 Juta':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)