Pilu Warga Kudus Tak Bisa Kerja Gegara Kebanjiran Hampir Sebulan

Dian Utoro Aji - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 18:39 WIB
Kondisi banjir di Desa Jati Wetan Kecamatan Jati, Kudus, Senin (22/2/2021).
Kondisi banjir di Desa Jati Wetan Kecamatan Jati, Kudus, Senin (22/2/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus - Banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sudah berlangsung selama tiga pekan lamanya. Warga menceritakan kerepotannya hingga terpaksa menganggur karena tempat kerjanya terendam banjir.

"Setiap tahun terjadi banjir, saya bersihkan rumah ini saja sudah tiga kali ini. Apa itu setiap musim hujan pasti banjir. Bulan Desember awal sudah ada air, surut lagi, paling lama hampir satu bulan ini," kata Darmo ditemui di kediamannya di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Senin (22/2/2021).

"Hampir tiga minggu ada genangan pertama, kemarin dua pekan. Ini banjir hampir sebulan," sambung dia.

Darmo menceritakan banjir selama tiga pekan lebih ini berdampak pada pekerjaannya. Darmo yang kesehariannya bekerja memperbaiki jok motor terpaksa menganggur, karena lokasi kerjanya tergenang banjir.

"Kerja (memperbaiki) jok, kemarin nganggur karena tergenang banjir kemarin," ucap Darmo.

Dia mengaku tidak mengungsi saat banjir. Darmo memilih tinggal di rumahnya di lantai dua.

Saat ini, Darmo mulai membersihkan rumahnya yang sebelumnya tergenang banjir. Menurutnya genangan banjir sudah surut. Sebelumnya genangan banjir masuk ke dalam rumah. Kini genangan banjir tinggal di area jalan saja.

"Saya bersih-bersih, terus pasang pompa pada tenggelam. Kemarin air banjirnya hitam, sudah diatasi. Pertama itu, sudah normal tidak air limbah, pernah limbah kemarin memang," ungkapnya.

"Harapan (saya) bagaimana tidak ada banjir, sampai sekarang masih banjir. Tidak tahu orang di atas ya, orang kecil menerima saja," harap Darmo.

Senada warga lain Muklis. Menurutnya banjir di desanya bukan pertama kali. Kata dia sudah ada empat kali kejadian banjir awal tahun ini. Namun bulan Februari ini terbilang cukup besar.

"Banjir lama kemarin terus jalan ini agak lumutan. Kalau tidak pakai sandal licin banget. Tiga pekan lebih. Ini mulai surut, ini bersih-bersih," kata Muklis ditemui di lokasi sore ini.

Menurutnya banjir di wilayahnya karena kiriman air dari sejumlah daerah melalui Sungai Kencing. Ditambah lagi air kiriman tersebut tidak bisa dialirkan ke Sungai Wulan.

"Di sini hujan, tingginya (air) tinggi. Kalinya Wulan tidak bisa dibuka. Kiriman (dari) Kota, Mejobo, se-Kudus, termasuk Tanjungkarang ke sini. Pintunya memang di sini," ucapnya.

Banjir terjadi di Kudus setiap tahun...

Selanjutnya
Halaman
1 2