Belasan Sumur Ambles di Klaten, BPBD Ungkap Kejadian Sama di Kaki Kelud

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 14:29 WIB
Sumur ambles di Klaten, Kamis (18/2/2021).
Sumur ambles di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten dan tim ahli geologi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta menyelidiki kejadian sumur warga yang ambles di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Klaten. Dugaan sementara penyebab sumur ambles karena debit air tanah tinggi sama dengan kejadian di kaki Gunung Kelud.

"Ada hipotesis sementara dari ahli geologi yang pernah meneliti kejadian sama di kaki Gunung Kelud tahun 2014 di Kecamatan Pancu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur bahwa penyebabnya sama karena debit air bawah tanah cukup besar," ungkap Sekretaris BPBD Pemkab Klaten, Nur Tjahjono pada detikcom di kantornya, Senin (22/2/2021).

Nur Tjahjono bercerita BPBD mengirimkan surat ke UPN Veteran Yogyakarta terkait kejadian di Klaten. Tim pakar bersama BPBD sudah melakukan kunjungan awal hari Minggu (21/2) siang.

"Kemarin sudah kita adakan tinjauan lapangan. Mulai minggu ini akan mulai digarap dengan peralatan yang ada dan kita ingin ada kajian ilmiah sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar," lanjut Nur Tjahjono.

BPBD, kata Nur Tjahjono, sifatnya hanya memfasilitasi dan tim pakar sudah mengamati lokasi. Hasilnya akan dipaparkan secara terbuka di balai desa nantinya.

"Hasil akhirnya nanti kita paparkan di balai desa. Dari keterangan awal ada sembilan sumur yang ambles dan sisanya baru gejala sehingga hipotesis awal penyebabnya sama dengan kejadian di kaki Gunung Kelud," sambung Nur Tjahjono.

Bedanya, kata Nur Tjahjono, sumur yang ambles di kawasan Gunung Kelud terjadi hampir bersamaan dan jumlahnya mencapai 140 sumur. Penyebab kejadian di tempat tersebut yakni debit air bawah tanah besar sehingga naik dan melebihi batas normal.

"Di sana (Kelud) naiknya air ke atas melebihi batas normal maka dinding penahan sumur yang tidak kuat jadi runtuh. Untuk kejadian di Klaten masih perlu dibuktikan dengan data ilmiah lanjutan sehingga nanti bisa menjawab secara tepat agar bisa dilakukan upaya mitigasi," ungkap Nur Tjahjono.

Kadus 2 Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Wachid Hasyim, menambahkan tim UPN sudah mengecek lokasi pada Minggu (21/2) kemarin. Tim baru melihat sumur warga.

"Dari UPN bersama BPBD sudah datang melihat lokasi sumur warga. Tapi belum mengambil sampel dan menggunakan alat," jelas Wachid pada detikcom di ponselnya.

Menurut Wachid, rencananya peralatan akan dikerahkan pekan ini. Dia mengungkap hingga saat ini tak ada tambahan jumlah sumur yang ambles di wilayahnya.

"Yang total ambles sembilan dan lima sumur hanya gejala," pungkas Wachid.

Simak video 'Diawali Getaran, Belasan Sumur di Klaten Mendadak Ambles':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)