MAKI Laporkan Lagi 27 Aset Asabri, Bus hingga Hotel di Solo-Bali

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 16:00 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono)
Solo -

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kembali melaporkan kepada Kejaksaan Agung terkait temuan aset yang diduga sebagai hasil korupsi Asabri. Ada 27 aset yang tersebar di sejumlah kota.

27 aset tersebut rata-rata berada di kawasan Solo dan sekitarnya. Sejumlah aset seperti hotel dan perusahaan transportasi juga memiliki cabang di Yogyakarta, Jakarta dan Bali.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, mengatakan aset tersebut masih terkait dengan tersangka SWJ yang merupakan mantan Direktur Utama Asabri periode 2016-2020. SWJ bekerja sama dengan pengusaha asal Solo, SJJ.

"SSJ ini pemilik usaha adevertising MTV dan perusahaan transportasi MTT. SJJ tidak hanya pasif, tetapi dia diduga aktif melakukan pencucian uang," ujar Boyamin melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (18/2/2021).

Selain aset berbentuk fisik, MAKI juga melaporkan sejumlah aset lain, seperti saham pada perusahaan PT PD2. Kemudian ada pula harta berupa deposito dan koleksi perhiasan.

"Tadi sudah kita laporkan ke Kejagung melalui media daring pagi tadi. Kami juga menyerahkan beberapa nomor rekening bank yang diduga terkait investasi dan bisnis SWJ dan SSJ," katanya.

Berikut adalah 27 aset yang dilaporkan MAKI ke Kejagung:

1. Kantor travel dan garasi bus MTT di Jalan Adisucipto, Colomadu, Karanganyar senilai Rp 4 miliar.

2. Kantor travel MTT Yogyakarta , Jalan Ringroad Timur, Banguntapan, Bantul, DIY, seharga Rp 2 miliar.

3. Armada bus wisata berjumlah 30 unit dengan harga perolehan sekitar Rp 40 miliar.

4. Armada minibus merek Toyota Hiace 20 buah seharga Rp 8 miliar.

5. Armada SUV Innova reborn 10 buah seharga Rp 4 miliar.

6. Armada SUV merek Alphard 2 buah seharga Rp 1,5 miliar.

7. Hotel TNY Jakarta di Jalan Tebet Barat VIII, Jakarta Selatan harga pembelian Rp 15 miliar.

8. Hotel TNY di Bali Jalan Kubu Anyar, Kuta, Badung, Bali. Harga belinya Rp 30 miliar lebih, kemudian direhabilitasi sekitar Rp 5 miliar.

9. Hotel TNY Solo, Kerten, Laweyan, Solo, dengan harga pembelian Rp 4 miliar.

10. Hotel TNY, Jalan Solo-Jogja, Sorogenen , Purwomartani, Kalasan, Sleman seharga Rp 5 miliar.

Aset selengkapnya di halaman selanjutnya...