Kantornya Digeledah KPK soal Stadion Mandala Krida, Kepala BPO DIY Buka Suara

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 15:23 WIB
Stadion Mandala Krida
Foto: Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

KPK menggeledah dua tempat di Yogyakarta terkait dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida APBD tahun 2016-2017. Dua tempat yang digeledah yakni Kantor Badan Pemuda dan Olahraga (BPO) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta Kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala BPO DIY Eka Heru Prasetya menyebut dokumen yang disita terkait dengan pembangunan Stadion Mandala Krida.

"Hanya dokumen-dokumen terkait dengan Mandala (pembangunan Stadion Mandala Krida)," kata Eka saat dihubungi wartawan, Kamis (18/2/2021).

Terkait apakah ada ruangan yang disegel, Eka mengaku tidak ada. Kendati demikian, pihaknya akan kooperatif terkait dengan penggeledahan tersebut.

"Kalau diminta ya, dokumen-dokumen ya berikan. Dokumen yang diminta apa, terus hasil penggeledahan dapat apa, terus mau dibawa ya disilakan," katanya.

Eka mengaku sempat hadir saat KPK melakukan penggeledahan. Namun dia datang terlambat karena tengah melakukan work from home (WfH).

"Ya saya sempat ke kantor, tapi sudah jam berapa, terakhir. Teman-teman ngabari, jam empat kurang dikit itu ngabari terus saya tanya dari KPK pulang belum? Dan dijawab 'Belum'. Terus saya ke kantor. Tapi di kantor hanya menunggu penandatanganan berita acara itu," akunya.

Diberitakan sebelumnya, KPK menggeledah dua tempat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkait dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida APBD tahun 2016-2017 di Pemerintah DI Yogyakarta. KPK mengamankan dokumen terkait dugaan korupsi tersebut.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut penggeledahan dilakukan pada Rabu (17/2) kemarin. Dua tempat yang digeledah adalah Kantor Badan Pemuda dan Olahraga DIY serta Kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY.

"Dari penggeledahan di dua tempat berbeda ini ditemukan berbagai barang bukti di antaranya dokumen-dokumen yang terkait dengan perkara," kata Ali kepada wartawan, Kamis (18/2).

Ali menyebut KPK akan melakukan verifikasi terlebih dahulu terhadap dokumen yang diamankan tersebut. Selanjutnya, dokumen itu akan segera disita KPK sebagai barang bukti.

"Dokumen tersebut akan dilakukan validasi dan verifikasi untuk selanjutnya segera dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini," katanya.

Seperti diketahui, KPK tengah mengusut dugaan korupsi dalam pembangunan Stadion Mandala Krida di DIY. Saat ini KPK tengah melakukan penyidikan.

Namun pihak KPK belum menyampaikan informasi lebih detail terkait penyidikan perkara dugaan korupsi ini. Pihak KPK juga belum bisa menyampaikan pihak-pihak mana saja yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Namun kami belum bisa berikan informasi lebih spesifik karena masih melakukan serangkaian kegiatan penyidikan. Pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka belum bisa kami sampaikan saat ini," ujar Ali.

(rih/sip)