Sumur Warga Klaten Ambles Tak Terkait Gempa, Ini Analisis Geolog UGM

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 17:17 WIB
Sumur warga di Desa Jungkare Kecamatan Karanganom, Klaten, Rabu (17/2/2021).
Sumur warga di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Klaten, yang ambles, Rabu (17/2/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Yogyakarta -

Sebanyak 12 sumur rumah milik warga di Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ambles selama dua pekan terakhir. Pakar Geologi (geolog) Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Wahyu Wilopo menyebut kejadian itu tidak berhubungan dengan gempa besar di Yogyakarta dan Klaten tahun 2006 silam.

Wahyu mengatakan ada beberapa hal yang bisa menyebabkan sumur warga Klaten itu ambles. Di antaranya struktur bangunan sumur hingga material endapan di lokasi sumur rapuh.

"Apalagi kalau kita melakukan pendalaman sumur gali pada waktu musim kemarau tidak diikuti dengan membangun struktur yang ada di sekelilingnya," kata Wahyu kepada detikcom, Rabu (17/2/2021).

Dosen Departemen Teknik Geologi UGM ini juga bicara soal amblesnya sumur di Klaten itu karena faktor tanah atau material yang belum terkonsolidasi dengan kuat sehingga rapuh. Dia menyebut daerah yang tanahnya belum terkonsolidasi kuat ini biasanya berada di sekitar sungai maupun pantai.

"Yang ketiga bisa akibat proses erosi di dalam sumur sendiri akibat besarnya aliran air tanah yang ada, apalagi pada saat ini curah hujan sangat tinggi," katanya.

Wahyu menjelaskan besarnya potensi air tanah di Kecamatan Karanganom dan sekitarnya itu dibuktikan dengan banyak ditemukan umbul atau mata air. Dia pun berkeyakinan belasan sumur yang ambles di Klaten itu tidak ada kaitannya dengan gempa pada 2006 silam.

"Jadi kelihatannya (amblesnya belasan sumur) bukan akibat gempa besar di Yogya dan Klaten pada tahun 2006," ujarnya.

Wahyu pun menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten agar memagari area sekitar sumur dan segera menutup lokasi tersebut. Selain itu, usahakan aliran air permukaan tidak masuk ke sumur tersebut agar tidak memperparah ambles yang sudah ada.

"Kemudian bisa melakukan mendata sumur-sumur di sekitar yang mempunyai konstruksi dan kedalaman yang relatif sama pada daerah tersebut untuk melakukan tindakan mitigasinya dan dilakukan penelitian yang lebih detail tentang kondisi bawah permukaannya," urainya.

"Termasuk kalau terjadi retakan-retakan di sekitar sumur, sebaiknya sumur tersebut jangan dipakai dulu dan diberi pembatas," imbuh Wahyu.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 12 sumur rumah milik warga di Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ambles. Warga juga sempat mendengar suara dentuman sebelum sumur itu ambles.

"Ada dentuman beberapa kali, "dum, dum' begitu dan terakhir keras sehingga keluarga keluar rumah semua," ujar Tulus Budiyono (59), warga RT 10 Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, kepada detikcom, siang ini.

(ams/rih)