Ada Mural FX Rudy Cukur Rambut Gibran Mejeng di Solo, Ini Maknanya

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 15:58 WIB
Mural FX Hadi Rudyatmo mencukur rambut Gibran Rakabuming Raka mejeng di Solo
Mural FX Hadi Rudyatmo mencukur rambut Gibran Rakabuming Raka mejeng di Solo, Rabu (17/2/2021). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

FX Hadi Rudyatmo resmi menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Solo hari ini. Apresiasi warga Solo kepada Rudy diwujudkan dengan mural dan spanduk ucapan terima kasih.

Deretan mural dan spanduk itu terlihat di tepi Jalan Juanda, Solo, yang tak jauh dari kediaman Rudy di Kelurahan Pucangsawit. Khusus untuk mural dibuat oleh sejumlah seniman mural asal Kota Solo, sedangkan spanduk dipasang oleh pemkot maupun berbagai kelompok masyarakat.

Terlihat sejumlah mural bergambar aksi yang pernah dilakukan Rudy. Misalnya momen Rudy mengendarai sepeda motor Honda Grand dan Rudy yang mengenakan masker bergambar kumis.

"Gambar Pak Rudy mengendarai motor Grand ini epik dan familiar. Ini menunjukkan sosok beliau yang bersahaja, sederhana dan merakyat," kata koordinator seniman mural, Irul Hidayat, saat dihubungi detikcom, Rabu (17/2/2021).

Kemudian ada mural yang dibuat dengan makna khusus. Misalnya mural Rudy berkepala plontos sedang mencukur Wali Kota Solo penerusnya, Gibran Rakabuming Raka, serta mural Rudy berpakaian putih sedang menyapu.

"Pak Rudy mencukur rambut Mas Gibran ini seperti simbol estafet. Menggambarkan Rudy melepaskan jabatan dan membimbing pemimpin muda," kata Irul.

"Kalau Pak Rudy berpakaian putih dan menyapu ini simbol beliau seorang pekerja keras dan cinta kebersihan. Bersih ini bisa diartikan kebersihan kota maupun pemerintahan yang bersih," imbuhnya.

Selain itu, terdapat mural Rudy mengenakan beskap dan blangkon yang merupakan simbol seorang yang 'njawani'. Mural juga dilengkapi dengan tulisan matur nuwun yang berarti terima kasih.

"Ini tentu sebagai ucapan terima kasih masyarakat kepada beliau yang sudah memimpin selama 15 tahun. Mural ini juga sebagai penanda sejarah bahwa kita pernah punya wali kota yang sederhana dan merakyat," tutur Irul.

Sementara itu, FX Hadi Rudyatmo mengaku terharu dengan adanya spanduk dan mural tersebut. Dia merasa kembali termotivasi untuk mengabdikan diri kepada masyarakat meskipun telah purna tugas.

"Ini yang membuat saya termotivasi terus. Saya sebelumnya merasa sudah tidak punya harga diri, tapi teman-teman melakukan itu (memasang spanduk dan membuat mural), saya menjadi termotivasi," kata Rudy siang ini.

(ams/rih)