Penerbit Diadukan ke Polisi Terkait Soal 'Ganjar Tidak Pernah Bersyukur'

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 16:12 WIB
Pihak penerbit buku pelajaran yang menyebut nama Ganjar dipolisikan Forum Wali Murid Jawa Tengah ke Polda Jateng, Senin (15/2/2021).
Pihak penerbit buku pelajaran yang menyebut nama Ganjar dipolisikan Forum Wali Murid Jawa Tengah ke Polda Jateng, Senin (15/2/2021). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Pihak penerbit buku pelajaran SD yang memuat soal 'Ganjar tidak pernah bersyukur' dipolisikan ke Polda Jawa Tengah terkait dugaan ujaran kebencian. Meskipun sebelumnya pihak penerbit sudah melakukan klarifikasi lewat media.

Pihak pengadu adalah sejumlah orang yang mengatasnamakan Forum Wali Murid Jawa Tengah. Mereka mengadu terkait adanya dugaan ujaran kebencian pada soal 'Ganjar tidak pernah bersyukur' ke SPKT Polda Jateng.

Koordinator Forum Wali Murid Jateng, Tangguh Perwira, mengatakan nama Ganjar bukan nama umum dalam membuat soal. Saat ini nama Ganjar mengarah pada nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

"Kita ke sini kan ramai di medsos cetakan Tiga Serangkai ini, kami resah itu teman teman terkait faham kebencian," kata Tangguh di Mapolda Jateng, Senin (15/2/2021).

Ia bahkan menyebut dugaan ada keterkaitan dengan dengan organisasi yang kini sudah dilarang pemerintah. Tangguh pun menyerahkan kepada kepolisian agar motif sebenarnya terungkap.

"Kami berharap pihak kepolisian bergerak cepat dalam penanganan kasus ini. Karena ini bukan hanya menyangkut kenyamanan dan kelancaran belajar anak-anak kami, tapi juga menyangkut keselamatan keberlangsungan ideologi negara yang telah ditetapkan oleh founding fathers negeri ini," jelasnya.

Salah satu anggota Forum Wali Murid Jateng, Elias Tami, menambahkan pihaknya yang penasaran dengan buku pelajaran dengan soal yang menyebut nama Ganjar tersebut kemudian mencarinya dan ternyata beredar juga di Jawa Tengah.

"Saya beli di pasar lowakan Sri Wedari (Solo). Kebetulan saya baca di medsos, tetangga dan teman-teman membicarakan itu. Ini harga Rp 80.500," kata Elias.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar F Sutisna mengatakan pihak Polda akan melakukan upaya klarifikasi terlebih dahulu terkait kasus tersebut.

"Klarifikasi dulu," kata Iskandar kepada wartawan lewat telepon.

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pihak penerbit PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri sudah meminta maaf. Ia tahu ada surat permintaan maaf dari staf Kesbangpolinmas namun belum menerima fisik suratnya.

"Sampai hari ini hanya dapat surat permintaan maaf itu pun saya dikirim pakai WA. Tidak dari Tiga Serangkai tapi dari staf Kesbang. Tapi belum pernah mendapatkan surat fisiknya," kata Ganjar di kantornya hari ini.

Ganjar pun menganggap soal dalam buku pelajaran yang menyebut nama 'Ganjar' adalah hal biasa.

"Saya biasa-biasa saja," ujarnya.

Selanjutnya, klarifikasi dari pihak penerbit...

Selanjutnya
Halaman
1 2