Polisi Tangkap 3 Penganiaya Karyawan-Pencurian Kayu Perhutani Cepu

Febrian Chandra - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 13:58 WIB
Tiga pencuri kayu dan penganiaya karyawan Perhutani KPH Cepu ditangkap Polres Blora.
Tiga pencuri kayu dan penganiaya karyawan Perhutani KPH Cepu ditangkap Polres Blora. (Foto: Febrian Chandra/detikcom)
Blora -

Tiga dari total 25 pelaku pembalakan hutan disertai penganiayaan seorang petugas Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu, Blora, Jawa Tengah ditangkap. Ketiganya nekat mencuri kayu senilai total Rp 41,5 juta.

"Kejadian terjadi di dalam kawasan hutan petak 5088 dan 5105 A RPH Sumberejo BKPH Nglebur KPH Cepu turut tanah Desa Bleboh Kecamayan Jiken Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pelaku malam itu berjumlah sekitar 25 orang," kata Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas saat presiden rilis dihalaman Satreskrim Polres Blora, Senin (15/02/2020).

"Kita berhasil amankan tiga orang tersangka, dan pelaku lainnya masih dalam penyelidikan," sambungnya.

Wiraga menyebut peristiwa itu terjadi pada 15 Desember 2020 lalu. Ketiga tersangka yang ditangkap yakni M alias Bulus, (28) warga Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Jawa Timur, MFR, alias Farid (29) warga Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Jawa Timur, serta SP, (42) warga kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban Jawa Timur.

"Ketiga tersangka tersebut dicokok petugas saat berada di wilayah Kecamatan Bangilan dan Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban Jawa Timur," terang Wiraga.

Korban yakni salah seorang karyawan Perhutani KPH Cepu, Nyarwoto (50). Saat itu korban tengah berjaga di pos seorang diri.

"Korban didatangi pelaku dengan mengendarai dua unit truk. Pelaku yang berjumlah sekitar 25 orang tersebut berjalan mendatangi pos di mana korban berada dan selanjutnya langsung menyekap korban. Tidak hanya itu, para pelaku juga melakukan tindak kekerasan dengan disertai ancaman dengan menodongkan sejenis senjata api di kepala dan perut korban agar korban tidak melawan," urai Wiraga.

Saat itu, korban juga diminta menyerahkan uang yang dibawanya sebesar Rp 1,9 juta beserta satu ponsel miliknya. Kedua tangan dan kaki korban lalu diikat menggunakan tali rafia warna hijau. Korban juga sempat disekap dan dijaga oleh empat orang pelaku. Sementara pelaku lainnya melakukan penebangan pohon di petak 5105 A.

"Pelaku berhasil menebang sebanyak dua pohon jenis sonokeling ukuran keliling 270 cm sebanyak 1 batang dan ukuran keliling 240 cm sebanyak satu batang hingga roboh, yang kemudian diangkut pelaku dengan menggunakan dua unit truk dan setelah itu korban ditinggal pelaku dalam keadaan terikat," jelasnya.

Dari penangkapan para pelaku ini polisi menyita tali rafia yang digunakan untuk mengikat korban, 1 unit truk bernopol H 9613 AE warna kuning, 1 buah pedang panjang sekitar 70 cm dan 3 unit ponsel milik tersangka. Kemudian 2 batang kayu sonokeling sisa cabang 2 pohon yang ditebang pelaku, 2 buah sepatu boot milik korban, 1 buah tas warna hitam milik korban, dan 2 buah botol air minum.

"Dari kejadian pembalakan liar ini, negara melalui Perhutani KPH Cepu mengalami kerugian sebesar Rp 41.596.000.00. Sedangkan korban secara pribadi mengalami kerugian sebesar Rp 1.900.000," terang Wiraga.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 12 huruf b Jo Pasal 82 ayat 1 huruf b UU RI no 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dan atau Pencurian dengan Kekerasan pasal 365 KUHP. Ketiganya terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

(ams/sip)