Round-Up

Penjelasan Penerbit soal Heboh Link Komik Porno di Buku Pelajaran SMA

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2021 09:20 WIB
Pimpinan Produksi PT Cempaka Putih, Rudiyanto, Klaten, Rabu (10/2/2021).
Pimpinan Produksi PT Cempaka Putih, Rudiyanto, Klaten, Rabu (10/2/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

Pencantuman link dalam buku pelajaran sosiologi SMA kelas XII membuat heboh karena diketahui merupakan link komik porno. PT Cempaka Putih, Klaten, selaku penerbit membantah dan membeberkan kronologis sebenarnya.

"Kami memberikan kepastian bahwa pada saat kami mengunduh materi itu betul-betul ada. Dan seperti apa adanya, bukan seperti yang diberitakan (tautan link porno)," ujar Pimpinan Produksi PT Cempaka Putih, Rudiyanto, saat ditemui detikcom di kantornya, Macanan Baru, Kecamatan Klaten Utara, Rabu (10/2/2021).

Rudiyanto menjelaskan situs yang ditautkan pada buku tersebut diambil pada tahun 2014. Saat itu, lanjutnya, situs tersebut dimiliki lembaga yang terkait dengan kebudayaan Sunda.

"Kami mengambil link itu tahun 2014 dan pada waktu itu dimiliki oleh lembaga yang bersangkutan. Kami juga terkejut kok tiba-tiba ada laporan situs saat dibuka kok seperti itu isinya," ujar Rudiyanto.

Lebih lanjut dikatakan Rudiyanto, dalam produksi buku PT tidak mungkin selalu mengambil dari buku cetak. Untuk itu kadang memberikan wawasan mengambil dari internet.

"Kami ada keterbatasan jika mau mengambil materi daerah lain harus datang ke lokasi. Dan kami mengambil dari internet yang itu juga dilakukan semua penerbit, termasuk di luar negeri," katanya.

Menurutnya, bisa saja situs tersebut diubah kepemilikannya atau diretas. Jika itu yang terjadi maka bukan tanggung jawab PT penerbit.

"Karena itu milik orang lain bisa jadi diubah atau diretas oleh pihak lain. Dalam hal demikian kami tidak bertanggung jawab," terang Rudiyanto.

Selaku penerbit, tegas Rudiyanto, pihaknya telah melapor ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pihak Kominfo disebut telah merespons laporan tersebut.

"Kami terus terang selaku penerbit sudah kontak dengan Kominfo dan menyatakan keberatan. Kominfo langsung proaktif, ini langsung ditanggapi dan sudah masuk penyaringan, sebelum dinyatakan diretas atau apapun oleh orang," akunya.

Rudiyanto melanjutkan, sebelum digunakan dan dipasarkan, buku tersebut telah diteliti oleh Kemendikbud. Penilaian tersebut dilakukan pemerintah melalui para pakar sosiologi.

"Buku itu sudah dinilai pemerintah melalui tenaga-tenaga ahli sosiologi. Dan saat itu pun secara detail sudah dicek materi buku itu aman, sampai akhirnya lolos dan layak digunakan siswa," sambungnya.

Selain mengadu ke Kominfo, pihaknya juga berencana tidak akan lagi mengambil link dari pihak luar sebagai sumber materi untuk bukunya.

"Kami tidak akan langsung mengambil link pihak luar tapi kita akan tetap sebutkan sumbernya. Setelah itu akan kita unduh dan diamankan sehingga kita punya bukti otentik," papar Rudiyanto.

Buku yang kini heboh karena tautan situs komik porno itu sudah dicetak dan beredar mencapai ribuan sejak dicetak pertama pada tahun 2015. Sebab untuk cetakan pertama saja, terdapat minimal 5 ribu eksemplar dengan prosedur ketat.

"Pencetakan telah melalui prosedur yang ketat. Ada sembilan tahap di penerbit yang harus dilalui berjenjang mulai dari penulis ke editor, dari editor ke product leader, ke product manager, lalu ke research and development dan seterusnya. Belum nanti oleh kementerian diteliti oleh para ahli," pungkas Rudiyanto.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Lihat juga Video: Pesinetron Gabriella Larasati Diduga Terseret Skandal Video Syur

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2