195 Hektare Sawah di Banjarnegara Terendam Banjir

Uje Hartono - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 15:06 WIB
Sawah yang terendam banjir di Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, Jumat (18/1/2019).
Sawah yang terendam banjir di Kecamatan Kalibening, Banjarnegara tahun lalu. (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara - Meluapnya Sungai Brukah, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah menyebabkan banjir. Banjir merendam 195 hektare (Ha) sawah di enam desa Kecamatan Kalibening.

"Ada enam desa di Kecamatan Kalibening yang terdampak dari meluapnya Sungai Brukah ini. Di antaranya, Desa Bedana, Sikumpul, Sirukun, Gununglangit, Karanganyar dan Desa Sidakangen," ujar Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Kalibening Heri Wisanto saat dihubungi detikcom, Senin (8/2/2021).

Namun, dia memaparkan luas lahan yang kebanjiran berbeda di setiap desa. Ia menyampaikan, dampak paling luas di Desa Bedana ada 70 Ha.

Berikut ini rincian luas sawah yang banjir di setiap desa:

Desa Bedana: 70 Ha, 20 Ha di antaranya sudah ditanami.
Desa Sikumpul: 40 Ha, 35 Ha di antaranya sudah ditanami.
Desa Sirukun: 30 Ha, 20 Ha di antaranya sudah ditanami.
Desa Gununglangit: 35 Ha, 25 Ha di antaranya sudah ditanami.
Desa Karanganyar: 15 Ha, 10 Ha di antaranya sudah ditanami.
Desa Sidakangen: 5 Ha, seluruhnya belum ditanami.

Heri mengaku masih menghitung jumlah kerugian akibat banjir tersebut. Ia menyebut banjir di Kecamatan Kalibening tahun ini lebih besar dibanding sebelumnya. Biasanya, kata Heri, banjir akibat meluapnya Sungai Bruka akan surut setelah 1-3 hari.

"Sampai sekarang air masih belum surut, bahkan semakin tinggi karena intensitas hujan. Kalau dihitung sudah satu minggu lebih, karena awalnya terjadi pada 1 Februari 2021 kemarin," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, selain banjir, Banjarnegara juga diterjang longsor. Tebing setinggi 10 meter di jalan provinsi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah menuju dataran tinggi Dieng longsor. Akibatnya akses jalan utama dari arah Banjarnegara itu terputus total.

Camat Batur Kabupaten Banjarnegara Martoyo mengatakan tebing longsor terjadi di tanjakan Kalianget Desa Batur pada pukul 05.00 WIB pagi tadi. Longsoran itu kemudian menutupi jalan yang merupakan akses utama menuju Dieng dari arah Banjarnegara.

Akses jalan tersebut hingga pukul 10.00 WIB siang tadi masih belum bisa dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Simak juga video 'Nekat Terobos Banjir di Majalengka, Mobil Terbakar':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)