Lebih dari Sepekan Banjir di Kudus Belum Surut, 4.420 Rumah Terendam

Dian Utoro Aji - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 11:01 WIB
Kondisi banjir di Desa Jati Wetan Kecamatan Jati, Kudus, Senin (8/2/2021).
Kondisi banjir di Desa Jati Wetan Kecamatan Jati, Kudus, Senin (8/2/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah masih belum surut sejak lebih dari sepekan terakhir. Kini tercatat ada 17.614 jiwa dan 4.420 rumah di tiga kecamatan terendam banjir.

"Data korban terdampak, 5.747 KK, 17.614 jiwa dan 4.420 rumah terdampak," kata Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (8/2/2021).

"Ketinggian air sampai 100 cm (sebelumnya sampai 145 cm), intensitas air turun 10 cm (rata-rata)," lanjutnya.

Budi dalam keterangannya mengatakan banjir disebabkan karena limpasan Sungai Wulan dan JU I (Sungai Juana). Kata dia banjir merendam tiga kecamatan dan 13 desa.

"Banjir limpasan akibat Sungai Wulan dan JU I (Sungai Juana). Air menggenangi di tiga kecamatan dan 13 desa," jelas Budi.

Kondisi banjir di Desa Jati Wetan Kecamatan Jati, Kudus, Senin (8/2/2021).Kondisi banjir di Desa Jati Wetan Kecamatan Jati, Kudus, Senin (8/2/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

Dia mengatakan adapun wilayah terdampak seperti di Kecamatan Jati meliputi, Jati Wetan, Jetis Kapuan dan Tanjung Karang. Lalu di Kecamatan Undaan meliputi Ngemplak, Karangrowo, Wates, Undaan Lor.

"Serta di Kecamatan Mejobo meliputi Payaman, Gulang, Kirig, Kesambi, Temulus, Jojo," jelasnya.

Budi mengatakan sampai Senin (8/2) ini ada 576 jiwa warga yang terdampak banjir di Kudus sudah mengungsi. Paling banyak warga yang mengungsi di Jati Wetan ada 265 jiwa. Apalagi di Jati wetan Dukuh Tanggulangin tergenang banjir berwarna hitam dan berbau busuk.

"Jumlah pengungsi secara keseluruhan ada 576. Jati Wetan 265 jiwa, Tanjung Karang 83 jiwa, Jetis Kapuan 14 jiwa, Desa Payaman 99 jiwa. Gulang 34 jiwa, Karangrowo 56 jiwa, dan Ngemplak ada 25 jiwa," ungkapnya.

"Telah menyediakan posko pengungsian dan dapur umum sudah disediakan," pungkas Budi.

(sip/mbr)