Cek Pengungsi Banjir Semarang, Risma Telepon BBWS Soal Pompa Air

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 07 Feb 2021 22:09 WIB
Mensos Risma mengunjungi pengungsi banjir Semarang dan menelepon BBWS soal pompa air, Minggu (7/2/2021)
Mensos Risma mengunjungi pengungsi banjir Semarang dan menelepon BBWS soal pompa air (Foto: Angling/detikcom)
Semarang -

Menteri Sosial Tri Rismaharini mendatangi para pengungsi banjir di Semarang hari ini. Risma juga sempat menelepon Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk membuka semua pompa air agar banjir cepat surut.

Kunjungan pertama Risma dilakukan di Jomblang, Kecamatan Candisari Semarang yaitu lokasi longsor yang menyebabkan dua orang meninggal dunia. Dia lalu menengok lokasi pengungsian banjir di Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, yang hingga malam ini belum surut dan mengalami pemadan listrik.

Di lokasi ini, Risma sempat melihat dapur umum dan memberikan bantuan. "Saya harus hitung jumlahnya, setelah itu mau dibagi, monggo (silakan)," ujar Risma di Jomblang, Semarang, Minggu (7/2/2021).

Risma lalu menanyakan soal pompa air ke Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Ita. Risma meminta disambungkan dengan pihak yang berwenang untuk pompa air Kali Tenggang.

Plt Camat Pedurungan, Ali Muhtar kemudian menghubungkan Risma dengan pejabat BBWS Pemali Juana. Tidak terdengar detail dibicarakan orang di ujung telepon, namun Risma meminta lima dari enam pompa diaktifkan.

"Tolong pompanya dinyalakan semua. Coba lima dinyalakan, lima bisa dinyalakan pak? Nyalakan lima pak biar cepet surut, terlalu lama ini, kasihan warga," kata Risma saat menelepon pihak BBWS Pemali Juana.

Tak lama Risma lalu menelepon pejabat BBWS lainnya dan meminta penjelasan soal pompa air. Dia berharap pompa yagn diaktifkan maksimal sehingga bisa menyedot air untuk mempercepat surutnya banjir.

"Harus maksimal ini pak pompanya," ujarnya.

Usai dari Muktiharjo Kidul, Risma melanjutkan ke daerah Kaligawe yang juga terpantau masih ada genangan. Dia juga menyempatkan melihat dapur umum di perkampungan daerah Sawah Besar tidak jauh dari sana.

Di Desa Jomblang, Risma juga sempat memberikan santunan kepada keluarga korban tewas tertimbun longsor. Risma berharap warga tetap waspada terhadap bencana dan mendengarkan arahan petugas.

"Kondisi sekarang cuaca ekstrim kita tidak bisa nebak. Dulu mungkin aman, sekarang hujan sangat ekstrim. Sebetulnya kalau dilihat ini harus ada treatment khusus kayaknya ya. Kalau masih tempati di situ kita tidak tahu cuacanya seperti itu. Kalau ditempati lagi tetap bahaya. Jangan sampai balik ada korban," pesan Risma.

(alg/ams)