Lampion Imlek di Solo Tahun Ini Tak Dipasang Demi Cegah Kerumunan

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 11:57 WIB
Klenteng Tien Kok Sie di Solo bersolek sambut Tahun Baru Imlek. Guna cegah penyebaran virus Corona, penerapan protokol kesehatan pun diperketat di area tersebut
Penerapan Prokes di Klenteng Tien Kok Sie Diperketat Jelang Imlek. (Foto: Agung Mardika/detikcom)
Solo -

Pemkot Solo dan Panitia Bersama Imlek sepakat tidak menggelar perayaan tahun baru Imlek 2572 yang sedianya berlangsung 12 Februari 2021. Ribuan lampion yang biasanya menghiasi Kota Solo pun tidak dipasang untuk mencegah timbulnya kerumunan masyarakat.

Ketua Panitia Bersama Imlek 2572/2021, Sumartono Hadinoto, mengatakan telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Solo terkait hal itu. Pemasangan lampion diyakini akan membuat warga berduyun-duyun ke lokasi untuk berfoto ria.

"Sebenarnya acara Imlek ini membranding Kota Solo dengan keberagamannya. Tetapi dengan menghitung risiko penularan COVID-19, kami sepakat meniadakan acara Imlek 2021," kata Sumartono saat dihubungi detikcom, Senin (1/2/2020).

Seperti diketahui, setiap tahun setidaknya ada 5.000 lampion dipasang di Kota Solo. Yakni di kawasan Pasar Gede yang juga berdekatan dengan Kelenteng Tien Kok Sie, hingga kawasan Gladag.

Saat lampion menyala pada malam hari, kawasan pecinan itu selalu ramai didatangi warga untuk berfoto. Tak sedikit pula para pedagang menjajakan makanan atau pernak-pernik Imlek di sekitar lokasi.

Sumartono juga mengimbau kepada masyarakat yang merayakan Imlek untuk menunda pertemuan keluarga. Sebab kegiatan tersebut juga dikhawatirkan menjadi titik penularan virus Corona atau COVID-19.

"Seperti Idul Fitri dan Natal kemarin, budaya silaturahmi saat Imlek kita imbau bisa lewat online saja. Bagi-bagi angpau sekarang juga bisa dengan transfer," ujar dia.

Adapun acara Imlek di Solo biasanya diramaikan dengan berbagai rangkaian kegiatan, seperti Solo Imlek Festival, Grebeg Sudiro, ritual peribadatan, kegiatan sosial, hingga puncak acara malam pergantian tahun.

"Peribadatan masih ada tetapi dengan pembatasan sesuai protokol kesehatan. Kegiatan sosial tetap ada, seperti donor darah, nanti pendonor kita beri kue keranjang," ujar Sumartono.

(sip/mbr)