Cerita Dalang di Jepara, Hanya Andalkan Pentas Virtual Saat Pandemi

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 30 Jan 2021 09:32 WIB
Pagelaran pentas wayang kulit di Jepara, Senin (20/6/2020).
Pagelaran pentas wayang kulit di Jepara, Senin (20/6/2020). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Jepara -

Pandemi virus Corona atau COVID-19 berdampak terhadap seniman dalang di Jepara, Jawa Tengah. Dalang di Kota Ukir itu kini hanya mengandalkan pentas wayang secara virtual.

"Saat ini PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) diterapkan para seniman terutama dalang sebagian besar mengandalkan penghasilan dari pementasan. Namun pementasan mengalami keterpurukan ekonomi. Jadi secara besar pandemi ini berpengaruh besar pada seniman dalang," kata Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Jepara, Ki Hendroyono, saat dihubungi detikcom lewat telepon, Jumat (29/1/2021).

"Bukan hanya tentang ekonomi, tapi kreativitas kami para seniman juga mandek dan tak berkembang. Pentas merupakan ajang kami menyampaikan gagasan kreativitas dan lainnya, menyuarakan pemerintah dan menyuarakan rakyat," sambungnya.

Ki Hendro mengatakan masa pandemi ini semua hiburan, terutama wayang kulit di Jepara dilarang. Dia bersama puluhan seniman lainnya pun hanya mengandalkan pentas secara virtual. Padahal sebelum pandemi setiap bulan ada puluhan kali pentas dari satu wilayah ke wilayah lain.

"Kita selalu live streaming. Cuman ini live streaming kan dibantu oleh pemerintah dan bulan Januari-Februari anggaran 2021 baru turun lagi. Baru dilaksanakan kembali mungkin pertengahan Februari besok baru ada pentas," kata Ki Hendro yang juga merupakan dalang asal Jepara.

Ki Hendro menceritakan awal pandemi pentas dilakukan secara virtual. Pentas virtual dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara. Menurutnya sudah ada 15 kali pentas dalang yang digelar secara virtual.

Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Jepara, Ki Hendroyono.Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Jepara, Ki Hendroyono. Foto: dok. pribadi

"April-Desember sudah ada pentas online. Difasilitasi pemkab. Selama pandemi kita online. Kita diberikan fasilitasi dari dinas 15 kali pentas Pepadi. Live streaming. Satu pentas kita bagi menjadi tiga kali pertunjukan," ungkap Ki Hendro.

Dia menjelaskan saat pentas wayang virtual pun digelar secara terbatas. Sekali pentas virtual hanya ada belasan seniman, termasuk seorang dalang.

"Live streaming 15 pentas itu kita bagi tiga kali pentas. Kita ambil beberapa orang saja. Kita ambil 8 seniman yang pentas. Yogo dan dalang. Semua ada 15 orang," ucapnya.

"Sedangkan untuk dalangnya bergilir. Diundi awal tahun baru dijalankan secara bergantian," sambung dia.

Saat ini, kata dia ada 94 seniman, dari dalang hingga pemangku gamelan di Jepara. Mereka pun berharap agar pandemi virus Corona ini segera berlalu. Sehingga kondisi kembali normal.

"Dalang dan waranggono 78 orang. Kalau semua yogo pemangku gamelan 94 orang. Harapannya tetap diberikan kelonggaran pentas malam dengan menerapkan protokol kesehatan, agar masyarakat tetap dapat menikmati seni tradisional dan pelaku seni tetap dapat income penghasilannya," imbuh Ki Hendro.

Lihat juga video 'Sandiaga Kaji Konsep Free Covid Corridor untuk Datangkan Turis ke Bali':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)