Beda Pengakuan Penembak Mobil Bos Tekstil Solo dan Saksi Saat Rekonstruksi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 16:04 WIB
Reka ulang penembakan mobil bos tekstil di Solo. Pelaku tampak mengacungkan pistolnya.
Reka ulang penembakan mobil bos tekstil di Solo. (Foto: dok. Polresta Solo)
Solo - Aksi koboi tersangka Lukas Jayadi yang menembaki mobil bos pabrik tekstil di Solo, Indriati direkonstruksi. Terlihat perbedaan keterangan antara tersangka dan saksi dalam reka ulang kejadian itu.

Perbedaan mencolok antara keterangan tersangka dan saksi antara lain saat terjadinya penembakan. Tersangka mengaku akan ditabrak sehingga terpaksa melepaskan tembakan.

"Dari rekonstruksi tadi terlihat memang mobil mengarah ke tersangka tapi tidak menabrak. Ini nanti kita simpulkan lagi dan masukkan ke berkas acara tambahan," ujar Kasat Reskrim Polresta Solo Kompol Purbo Adjar Waskito usai rekonstruksi di TKP Jalan Monginsidi, Banjarsari, Solo, Kamis (28/1/2021).

Karena adanya perbedaan keterangan antara saksi dan tersangka, polisi melakukan rekonstruksi dengan dua versi. Ada 26 adegan versi Lukas dan 13 adegan versi saksi yang menggambarkan kejadian pada 2 Desember 2020 lalu.

Polisi menggelar rekonstruksi aksi 'koboi' penembakan mobil bos tekstil di Solo. Berikut foto-foto reka ulangnya.Polisi menggelar rekonstruksi aksi 'koboi' penembakan mobil bos tekstil di Solo. (Foto: dok Polresta Solo/Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Tersangka pun sempat memprotes beberapa adegan yang menurutnya tidak sesuai. Namun polisi menegaskan tetap berpedoman pada fakta hukum.

"Protes kan hak dari tersangka, kita tetap sesuai hukum. Ini kita datangkan juga kejaksaan agar nanti mudah dalam melakukan penuntutan," kata Purbo.

Rekonstruksi berawal dengan adegan Lukas bersama istri meminta tumpangan korban, Indriati (72) di kawasan Kepunton. Rekonstruksi penembakan ini berakhir dengan adegan keluarnya tersangka dari TKP penembakan, Jalan Monginsidi, Banjarsari, Kota Solo.

"Rekonstruksi ini kita memperagakan dua versi, dari yang dijelaskan tersangka dan versi saksi. Karena ada keterangan yang saling bertolak belakang," kata dia. (mbr/sip)