Merapi Kembali Semburkan Awan Panas Pagi Ini, Total 15 Kali Sejak Semalam

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 07:55 WIB
Gunung Merapi erupsi keluarkan awan panas sejauh 1,2 km, Senin (25/1/2021).
Ilustrasi. Merapi saat semburkan awan panas Senin 25/1/2021. (Foto: Dok BPPTKG)
Yogyakarta -

Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menyeburkan awan panas guguran. Sejak pukul 18.00 hingga pagi ini tercatat sudah ada 15 kali luncuran awan panas ke sektor barat daya.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat pada periode pengamatan Selasa (26/1) pukul 18.00 hingga 24.00 WIB terjadi 11 kali awan panas. Semua luncuran awan panas itu mengarah ke barat daya atau ke hulu Kali Krasak dan Boyong.

"Awan panas guguran 11 kali pada periode Selasa (26/1) pukul 18.00 hingga 24.00 dengan amplitudo 25-60 milimeter durasi 110-163 detik, estimasi jarak maksimum 1500 meter, tinggi kolom maksimum 400 meter mengarah ke arah barat daya," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangannya, Rabu (27/1/2021).

Sementara 4 awan panas lainnya terjadi pagi ini pada pukul 06.03, 06.08, 06.21, dan 6.53 WIB. Semuanya mengarah ke hulu Kali Krasak dan Boyong. Angin saat erupsi mengarah ke timur.

"Erupsi pukul 06.00 hingga 07.00 WIB pagi ini tercatat dengan amplitudo 39-45 milimeter durasi 83-125 detik dan jarak luncur maksimal 1.200 meter ke arah barat daya yakni di hulu Kali Krasak dan Boyong. Tinggi kolom tersapu angin ke lereng arah timur," urainya.

Lebih lanjut, untuk guguran lava pijar selama 12 jam sejak semalam tercatat hanya teramati 4 kali dengan jarak luncur maksimum 400 meter ke arah barat daya.

Hingga saat ini status Gunung Merapi di tingkat Siaga (Level III) sejak 5 November 2020. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. "Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, juga mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi," pintanya.

BPPTKG juga merekomendasikan agar penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III untuk dihentikan. Pelaku wisata direkomendasikan untuk tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 kilometer dari puncak Merapi.

(mbr/mbr)