Ratusan Rumah Terdampak Blasting Proyek Bendungan Bener Purworejo

Rinto Heksantoro - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 20:42 WIB
Ratusan rumah dilaporkan terdampak proses blasting proyek Bendungan Bener, Purworejo, Selasa (26/1/2021).
Ratusan rumah dilaporkan terdampak proses blasting proyek Bendungan Bener, Purworejo, Selasa (26/1/2021). Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo -

Ratusan rumah warga dilaporkan terdampak proses blasting (peledakan batu) pembangunan Bendungan Bener, Purworejo, Jawa Tengah. Warga pun protes hingga akhirnya proses blasting dihentikan sementara.

Ketua RT 03, Dusun Kalipancer, Desa Guntur, Kecamatan Bener, Tri Indrayatno, mengatakan terdapat sekitar 100 rumah terdampak proses blasting Bendungan Bener.

"Yang terdampak ada sekitar 100 rumah lebih, yang paling parah retak-retak itu di area RT 03/RW 05. Untuk harapan ke depan warga minta diperbaharui direhab juga keramik yang pecah, tembok yang retak diperbaharui berikut dengan catnya, misal tadinya hijau ya hijau, putih ya putih," kata Tri saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (26/1/2021).

"Harapan ke depan itu volume untuk blasting mohon untuk dikecilkan, baik volumenya maupun jumlah lubangnya. Bahkan kalau memang ada metode lain selain blasting kalau bisa untuk tidak dilaksanakan blasting lagi," imbuhnya.

Sementara itu, warga yang rumahnya terdampak, Misrun (50), ketika proses blasting berlangsung, tanah bergetar seperti gempa dan terdengar suara dentuman seperti bom. Warga pun meminta agar proses blasting dihentikan hingga tuntutan warga dipenuhi. Protes warga juga diungkapkan dalam tulisan yang dipasang di sekitar lokasi proyek.

Ratusan rumah dilaporkan terdampak proses blasting proyek Bendungan Bener, Purworejo, Selasa (26/1/2021).Ratusan rumah dilaporkan terdampak proses blasting proyek Bendungan Bener, Purworejo, Selasa (26/1/2021). Foto: Rinto Heksantoro/detikcom



"Rumah warga yang terdampak, sebagian sudah diperbaiki tapi yang belum juga ada. Terus karena ledakan itu, ada juga batu yang terlempar sampai kena genting pecah dan batunya masuk rumah," kata Misrun saat ditemui di rumahnya, Dusun Kalipancer, hari ini.

"Bulan ini warga protes agar blasting dihentikan, kami minta perbaikan rumah seperti semula, jaminan keselamatan dan air bersih. Semua tuntutan dipenuhi dulu baru boleh lanjut," imbuhnya.

Warga lain, Umu Kulsum (51), mengaku awalnya trauma dengan getaran dan ledakan ketika proses blasting berlangsung. Beberapa tembok rumah miliknya pun masih terlihat retak karena belum diperbaiki dan sedang menunggu giliran perbaikan.

"Awal-awal dulu saya kaget pas ada getaran dan ledakan, saya kira ada gempa terus saya lemas hampir pingsan sambil merangkak minta tolong. Tapi setelah itu diberitahu kalau ada proses blasting dan sekarang siap-siap dulu biar tidak kaget," ucap warga Desa Guntur ini.

Sementara itu, PT Waskita selaku pelaksana proyek Bendungan Bener mengaku telah menghentikan proses blasting untuk sementara waktu. Padahal, sedianya proses tersebut harus diselesaikan dalam 6 bulan ke depan.

"Memang ada batu yang sampai ke rumah. Sementara berhenti dulu blasting-nya nunggu kesepakatan dengan warga biar sama-sama jalan, perbaiki rumah iya, blasting juga tetap bisa jalan. Kita tidak mengharapkan insiden, efek blasting pasti ada yang penting SOP-nya aman," jelas Humas PT Waskita, Nyoman Cumawis, saat ditemui detikcom di kantornya.

(rih/mbr)