Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Akhirnya Dipulangkan Hari Ini

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 12:39 WIB
Pengungsi Gunung Merapi di Sleman dipulangkan, Selasa (26/1/2021).
Pengungsi Gunung Merapi di Sleman dipulangkan, Selasa (26/1/2021). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Ratusan pengungsi Gunung Merapi asal Padukuhan Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya dipulangkan hari ini. Hal itu menyusul perubahan rekomendasi daerah bahaya yang dikeluarkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Teknologi (BPPTKG).

"Sudah 81 hari mengungsi dan daftar terakhir ada 187 orang. Jadi dasarnya kami surat edaran dari Bupati kaitannya dengan status Merapi biarpun masih Siaga tapi rekomendasi BPPTKG sudah dinyatakan aman. Artinya pengungsi di Glagaharjo, khususnya di Kalitengah Lor boleh dipulangkan," kata Lurah Glagaharjo Suroto saat ditemui di barak pengungsian Kalurahan Glagaharjo, Sleman, Selasa (26/1/2021).

Kendati diperbolehkan pulang, para warga diberi syarat khususnya meningkatkan kewaspadaan akan bahaya Gunung Merapi yang bisa erupsi sewaktu-waktu.

"Pengungsi boleh pulang tapi syaratnya pertama harus meningkatkan kewaspadaan dan kedua dilarang beraktivitas di radius 3 kilometer dari puncak," pintanya.

Lebih lanjut, Suroto mengatakan mayoritas pengungsi pulang dengan menggunakan kendaraan pribadi. Namun, pihak Kalurahan juga tetap menyiapkan armada.

Hingga saat ini ia menyebut seluruh warga ingin pulang ke rumah. Kendati demikian, pihaknya tetap menyiagakan petugas dan barak pengungsian jika sewaktu-waktu ada warga yang turun mengungsi.

"Untuk unit pelaksana gabungan dengan relawan yang ada lokal masih kita siagakan siang dan malam. Kita tunggu sampai normal status Merapi," urainya.

Sebelum dipulangkan, para pengungsi lebih dulu diajak untuk menggelar tumpengan dan doa bersama. Kegiatan ini, kata Suroto, merupakan bentuk rasa syukur warga.

"Kalau tumpengan ini adat Jawa kita jalankan artinya tumpengan ini jadi ucapan rasa syukur kita yang pertama selama masyarakat mengungsi di sini kurang lebih 3 bulan diberi keselamatan. Kedua bersyukur hari ini kita bisa pulang ke tanah kelahiran mereka. Itu ucapan syukur," jelasnya.

Diwawancara dalam kesempatan yang sama, salah seorang warga Kalitengah Lor, Suparmi, mengaku senang bisa pulang setelah 3 bulan mengungsi. Ia mengaku tidak terlalu takut dengan kondisi Gunung Merapi saat ini.

"Senang bisa pulang. Kalau takut ya tidak cuma lebih waspada. Nanti kalau disuruh mengungsi ya siap mengungsi lagi," kata Suparmi.

(sip/ams)