Seorang Kades di Demak Meninggal Corona, Balai Desa Ditutup

Mochamad Saifudin - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 21:04 WIB
Balai Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang, Demak, disemprot disinfektan setelah kepala desa meninggal positif Corona, Senin (25/1/2021).
Balai Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang, Demak, disemprot disinfektan setelah kepala desa meninggal positif Corona, Senin (25/1/2021). (Foto: dok. Sekdes Jatirogo)
Demak -

Seorang kepala desa (kades) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, meninggal dunia positif virus Corona atau COVID-19. Untuk tracing, seluruh perangkat desa setempat menjalani tes swab dan balai desa tutup sementara.

Kepala Dinkominfo Demak, Endah Cahyarini, mengatakan Kades Jatirogo meninggal positif Corona dan sudah dilakukan tracing terhadap kontak erat.

"Positif, sudah dilakukan tracing termasuk yang sudah kontak yang bersangkutan," kata Endah saat dihubungi detikcom, Senin (25/1/2021).

Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Jatirogo, Nela Aulia, mengatakan saat ini Balai Desa Jatirogo ditutup sementara sambil menunggu hasil swab perangkat desa.

"Kantor balai desa ditutup sementara sambil menunggu tes swab seluruh perangkat desa keluar. Karena seluruh perangkat desa ini tadi dilakukan swab, jadi sambil menunggu hasil swab keluar, untuk sementara Balai Desa Jatirogo ditutup karena Pak Lurah Suyudi (meninggal) positif COVID-19," kata Nela saat dihubungi detikcom.

Nela menjelaskan, Kepala Desa Jatirogo meninggal pada Sabtu (23/1) malam. Sebelum meninggal, yang bersangkutan mengalami sejumlah gejala yaitu demam, batuk dan sesak napas.

"Keluhannya sebelumnya (meninggal), sesak napas, demam satu minggu, dan batuk dua minggu," terang Nela.

Nela menambahkan, selain dilakukan swab kepada seluruh perangkat desa setempat, kantor balai desa juga disemprot disinfektan.

"Ini tadi balai desa keseluruhan dilakukan penyemprotan disinfektan dari kantor BPBD Demak," ujarnya.

Sementara itu, update kasus Corona di Demak per Senin (25/1) hari ini, dalam website corona.demak.go.id tercatat sebanyak 3.833 kasus. Rinciannya, kasus positif belum sembuh 316, 3.052 kasus sembuh, dan 465 kasus meninggal.

(rih/mbr)