Aturan PPKM Jilid 2 di Solo Direvisi, Ini Bocorannya

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 15:49 WIB
Pemkot Solo terus melakukan razia protokol kesehatan (Prokes) di beberapa wilayah. Salah satunya dilakukan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Minggu (27/12).
Razia protokol kesehatan di Solo. (Foto: Kartika Bagus)
Solo -

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo merevisi sejumlah aturan terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid 2. Ketua Pelaksana Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani, mengatakan sebagian besar aturan PPKM jilid 2 ini tidak jauh berbeda dari Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo sebelumnya.

"SE nanti tidak berbeda jauh dengan SE sebelumnya. Tapi memang ada beberapa yang direvisi," kata Ahyani usai rapat pembahasan PPKM di Balai Kota Solo, Senin (25/1/2021).

Aturan yang berubah antara lain terkait jam operasional toko ritel dan mal. Untuk toko ritel tidak lagi dibatasi jam operasionalnya.

"Toko ritel diperbolehkan buka sesuai jam operasional masing-masing. Yang penting tetap menjaga protokol kesehatan," ucap dia.

Kemudian untuk jam operasional mal berubah menjadi pukul 10.00-20.00 WIB. Pada PPKM pertama, jam operasional mal dibatasi antara pukul 10.00-19.00 WIB.

"Mal buka tetap jam 10.00 WIB, tutupnya jam 20.00 WIB. Kita beri kelonggaran satu jam," terangnya.

Pada penerapan aturan sebelumnya, Ahyani melihat justru pembatasan jam operasional yang ketat bisa menimbulkan kerumunan. Maka kali ini jam operasional menjadi diperlonggar.

"Intinya sebetulnya protokol kesehatan. Kalau waktunya terbatas, sedangkan orangnya banyak justru terjadi penumpukan," ujar dia.

Untuk jam operasional pedagang kaki lima (PKL) dan warung kuliner, Pemkot Solo masih memberi kelonggaran seperti SE sebelumnya. Begitu pula untuk warung atau toko kelontong.

"Usaha sektor informal boleh buka sesuai jam operasional masing-masing, tetapi tidak boleh ada kerumunan. Kalau kita temukan pelanggaran protokol kesehatan bisa kita tutup dua bulan," kata Ahyani.

Terkait efektivitas PPKM, Ahyani menilai masih belum bisa dirasakan. Namun memang dalam beberapa hari terakhir terjadi penurunan kasus COVID-19 yang signifikan.

"Beberapa hari terakhir memang ada penurunan di angka penularan, mulai agak landai di bawah 100, tapi itu juga tidak menjanjikan. Kita lihat nanti di minggu-minggu pertama ini nanti apakah trennya terus menurun atau tidak," pungkasnya.

(ams/sip)