Round-Up

Temuan BMM di TKP Kebakaran UPT Logam Purbalingga yang Tewaskan 1 Orang

Vandi Romadhon - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 09:22 WIB
Kebakaran gudang di Purbalingga, Sabtu (24/1/2021).
Kebakaran gudang di Purbalingga, Sabtu 24/1/2021. (Foto: Vandi Romadhon/detikcom)
Purbalingga -

Kebakaran melanda kompleks Unit Pelaksana Teknis (UPT) Logam Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (23/1) malam. Satu orang tewas dalam kejadian itu. Polisi temukan BBM di TKP.

Kebakaran itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia, satu luka bakar dan sejumlah kerugian material.

"Dari pendataan ada tiga gudang yang terbakar habis, satu terbakar sebagian, satu orang meninggal dan satu luka bakar," Kata Kepala Regu Pemadam Kebakaran Yulianto saat dihubungi detikcom, sabtu (23/1).

Api mulai menyala sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas Pemadam Kebakaran berhasil memadamkan api satu jam setelah kejadian.

Kepala seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Purbalingga, Muhsoni, menyebutkan identitas korban dari kejadian itu.

"Korban luka bernama Toto Arianto 24 Tahun berasal dari Sokaraja Lor Kabupaten Banyumas, sedangkan korban meninggal bernama Bintara 22 Tahun Warga Purwokerto Kabupaten Banyumas," katanya kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Minggu (24/1)

Korban luka langsung dilarikan ke RS Siaga Medika Purbalingga untuk mendapatkan perawatan korban mengalami luka pada lengan tangan. Sampai saat ini kerugian material masih belum dapat dipastikan.

"Masih dalam proses perhitungan, untuk kendaraan secara visual dua motor matic terbakar, tiga mobil rusak terbakar," katanya

Polisi lalu menyelidiki kejadian itu, salah satu temuan dari lokasi kejadian yakni adanya bahan bakar minyak (BBM) di lokasi kejadian.

"Memang ada BBM, tapi kami belum tahu ini digunakan untuk apa. Kami juga tanyakan ke Labfor jenis BBM yang disimpan, Labfor juga belum berani menyimpulkan karena belum uji metafisika laboratorium, tapi sampel sudah dibawa," Kata Kasat Reskrim Polres Purbalingga, Iptu Gurbacov, kepada wartawan usai olah TKP

Olah TKP berlangsung pada Minggu sore, menurut Gurbacov hasil uji laboratorium kemungkinan baru didapatkan dalam tiga sampai empat hari ke depan.

Pihaknya masih mengumpulkan keterangan para saksi dari korban luka bakar dan penyewa gedung.

(mbr/mbr)