Ini Duduk Perkara Karangan Bunga Tagih Utang Rp 1 M Berujung Laporan Polisi

Andika Tarmy - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 19:28 WIB
Cara menagih utang dengan mengirimkan karangan bunga pernikahan
Cara menagih utang dengan mengirimkan karangan bunga pernikahan (Foto: Dok. Pribadi Iren)
Sragen -

Karangan bunga menagih utang Rp 1 miliar di acara pernikahan di Sragen berujung ke laporan polisi. Karangan bunga ini dipicu masalah arisan yang seret. Bagaimana duduk perkaranya?

Karangan bunga soal utang Rp 1 miliar itu dilaporkan kakak Mia Widaningsih (19) ke Polres Sragen. Keluarga Mia, sebagai penerima karangan bunga, melaporkan pengirim Irene Junita Sari (20) dengan tudingan pencemaran nama baik.

"Itu karangan bunga di pernikahan kakak. Kakak kan nggak tahu apa-apa (soal arisan), aku tiap hari jadi merasa nggak enak sama kakak karena hari pernikahan kan hari bahagianya," kata Mia Widaningsih (19), saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/1/2021).

"Malu, jelas malu. Kami syok sampai tidak berani keluar rumah," sambungnya.

Mia lalu bicara soal duit arisan yang dipersoalkan Irene lewat video TikTok yang akhirnya viral itu. Dia mengaku menghentikan arisan karena banyak anggotanya yang berhenti setoran setelah dapat arisan.

"Oktober 2020 saya terpaksa hentikan arisan, karena saya nggak mau rugi terus. Ada total sekitar Rp 450 juta yang harus saya kembalikan ke member, dengan berbagai cara saya kembalikan, ini tinggal Rp 135 juta yang belum saya kembalikan milik 25 member. Tapi dari awal tidak ada niat saya untuk lari atau menipu, saya punya iktikad untuk mengembalikan," urainya.

Mia mengaku sempat berbicara soal duit arisan yang seret itu ke beberapa anggota yang mempolisikannya. Namun, mediasi itu mandeg hingga akhirnya pihaknya juga memutuskan untuk melaporkan kasus karangan bunga menagih utang Rp 1 miliar ke polisi.

"Saat itu saya bermaksud mengembalikan uang milik mereka sebesar Rp 65 juta. Tapi mereka tidak mau dan memilih melanjutkan proses hukum," ungkap Mia.

Sementara itu, versi pengirim karangan bunga yang juga terlapor, Irene Junita mengaku telah melaporkan Mia ke polisi pada 23 November 2020 lalu. Sementara karangan bunga itu dia kirimkan pada Desember 2020.

"Saya bersama lima member lain sudah lapor ke Polres Sragen 23 November 2020, saya kirim karangan bunga 23 Desember 2020. Selama tiga bulan kan saya diam, terus ada laporan balik itu saya nggak masalah, no problem. Itu kan hak dia, tapi kan kita nanti masih nunggu kelanjutan kasusnya, toh yang laporan juga bukan saya saja," kata Irene saat dihubungi via telepon hari ini.

Irene mengaku sebelum membawa kasus arisan macet itu ke polisi dia sempat beberapa kali berupaya menemui Mia. Namun, tidak ada titik temu soal duit arisan yang raib itu.

"Saya kan nggak sekali dua kali ke sana (rumah Mia). Saya lima kali ke sana, nggak ada tanggapan. Ya itulah bentuk kekecewaan saya terhadap hal tersebut. Seharusnya dia bisa membayarkan uang sejumah Rp 65 juta tapi kenyataannya dan faktanya itu dia malah mengadakan hajatan, itulah yang membuat orang-orang itu sedikit kesal," terangnya.

Selengkapnya versi Irene soal arisan yang seret dan proses hukumnya...

Selanjutnya
Halaman
1 2