Pria di Grobogan Bunuh Kencan Gaynya Gegara Emoh Bayar Rp 100 Ribu

Febrian Chandra - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 17:06 WIB
Ilustrasi fokus (bukan buat insert) Pembunuhan Sisca Icun (Nadia Permatasari/detikcom)
Foto: Ilustrasi pembunuhan (Nadia Permatasari/detikcom)
Grobogan -

Seorang pemuda berinisial IAT (19) tewas usai ditusuk pasangan gaynya Joko Kurniawan (26) di Grobogan, Jawa Tengah. Pembunuhan ini dipicu karena IAT menolak membayar Joko senilai Rp 100 ribu usai berhubungan badan.

"Pelaku dan korban adalah LGBT, dan setelah melakukan hubungan korban tidak mau membayar Rp 100 ribu sehingga pelaku melakukan pembunuhan," kata Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan saat di hubungi detikcom, Sabtu (23/01/2020).

Jury mengatakan dari pemeriksaan di tubuh korban ditemukan luka tusuk di leher. Akibat luka itu korban meninggal.

"Besaran yang diminta Rp 100 ribu, korban menolak memberikan. Pelaku kemudian mengambil pisau di dapur dan menikam korban dengan lima kali tusukan," terangnya.

Peristiwa nahas itu terjadi di Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, Grobogan, Jumat (22/1) kemarin sekitar pukul 18.00 WIB. Jury menyebut korban mengenal pelaku Joko Kurniawan (26) dari aplikasi media sosial dan berlanjut pertemuan di rumah korban.

Pembunuhan tersebut diketahui oleh salah seorang tetangga pelaku yang mendegar teriakan di rumah Joko sekitar pukul 18.00 WIB kemarin. Saksi juga melihat pelaku membungkus jasad korban dengan kasur di lantai dan membuangnya ke semak-semak di pekarangan.

"Jadi setelah dibunuh korban lalu dibungkus menggunakan kasur lantai, dan dibuang ke semak-semak di depan rumah pelaku", terang Jury.

Pelaku sempat melarikan diri menggunakan motor korban ke rumah temannya di Dusun Beran Desa Terkesi, kecamatan Kelambu, Kabupaten Grobogan. Namun, aksinya keburu ketahuan warga yang sudah melaporkan ke polisi.

"Pelaku sudah kita amankan dan saat ini sedang diperiksa. Sementara jasad korban dibawa ke RSUD untuk dilakukan visum," terang Jury.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Joko terancam pidana paling lama 15 tahun bui.

(ams/ams)