PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Bupati Boyolali Manut

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 17:46 WIB
Bupati Boyolali Seno Samodro.
Bupati Boyolali Seno Samodro. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sebagian Jawa dan Bali diperpanjang hingga 8 Februari 2021. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali siap mengikuti kebijakan dari Pemerintah Pusat untuk mengendalikan persebaran virus Corona itu.

"Manut wae (saja)," kata Bupati Boyolali, Seno Samodro, saat dihubungi detikcom melalui telepon, Jumat (22/1/2021).

Hal itu disampaikan Seno saat dimintai tanggapan terkait perpanjangan PPKM di sebagian Jawa-Bali. Untuk diketahui, Boyolali termasuk dalam eks Karesidenan Surakarta atau Solo Raya yang menerapkan PPKM di Jawa Tengah.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali Masruri mengatakan pihaknya bakal menggelar rapat evaluasi PPKM pada Senin (25/1) mendatang.

"Rapat evaluasi Senin (25/1), nanti akan diperpanjang atau tidak. Kemungkinan diperpanjang," kata Masruri, kepada para wartawan ditemui usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Boyolali, hari ini.

Pihaknya mengaku masih menunggu surat resmi dari pemerintah pusat terkait perpanjangan PPKM pada 26 Januari-8 Februari itu. Sebab, surat itu nantinya bakal menjadi pijakan Pemkab Boyolali memperpanjang PPKM di wilayahnya.

"Tergantung suratnya dari atas (pusat) ada tidak. Kalau tidak ada suratnya, saya juga tidak mengikuti. Kan harus ada dasar hukumnya. Kalau hanya konferensi pers itu tidak bisa jadi dasar hukum," terang Masruri.

Sementara itu, Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko Mulyono mengungkap selama PPKM tahap pertama ini, pihaknya belum melakukan penutupan tempat usaha, baik untuk warung makan maupun PKL. Selama ini para pelanggar jam operasional PPKM, baru disanksi ringan.

"Sesuai dengan peraturan kemarin itu kan Pukul 19.00 WIB. Sampai pukul 21.00 WIB (masih boleh buka) diperbolehkan take away atau dibawa pulang. Jadi kita ambil alat berdagangnya, misalnya kursi, meja, sendok. Nah itu agar si pemilik warung, mereka bisa (tetap) melakukan kegiatan usahanya (melayani pembeli) dengan cara dibawa pulang atau dibungkus, dan itu tentunya juga dibatasi sampai jam 9 (Pukul 21.00 WIB)," ujar Tri Joko Mulyono, di kantornya.

Selanjutnya
Halaman
1 2