Status Tanggap Darurat Erupsi Gunung Merapi di Klaten Diperpanjang

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 10:55 WIB
Asap sulfatara mengepul disertai guguran material vulkanik dari puncak gunung Merapi di foto dari Desa kaliurang, Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (20/1/2021). Pihak Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), melalui situs resminya menyatakan Gunung Merapi sudah mengalami erupsi sejak 4 Januari 2021 berupa erupsi efusif yaitu guguran lava pijar dan awan panas sejauh maksimal 1.800 meter. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc.
Asap sulfatara mengepul disertai guguran material vulkanik dari puncak gunung Merapi di foto dari Desa kaliurang, Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (20/1/2021). (Foto: ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)
Klaten -

Status tanggap darurat erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah diperpanjang sampai tanggal 28 Januari 2021. Salah satu pertimbangannya yakni status Gunung Merapi yang masih Siaga dan masih adanya pengungsi.

"Betul sudah diperpanjang dengan surat bupati. Sampai tanggal 28 Januari nanti," jelas Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pemkab Klaten Sip Anwar pada detikcom, di kantornya, Jumat (22/1/2021).

Menurut Sip perpanjangan tanggap darurat itu diperlukan sebagai dasar Pemkab menggerakkan sumber daya. Termasuk dengan pertimbangan saat ini masih ada warga Klaten yang mengungsi.

"Di Klaten masih ada pengungsian jadi untuk menangani perlu penetapan tanggap darurat. Terlebih status Merapi masih belum berubah," papar Sip Anwar.

Status Gunung Merapi, ucap Sip Anwar, sampai saat ini masih di level Siaga. Artinya belum ada perubahan rekomendasi dari BPPTKG.

"Levelnya masih di level III atau Siaga dan belum ada perubahan dari BPPTKG. Radius wilayah yang direkomendasikan pun masih lima kilometer," sambung Sip Anwar.

Hal itu dipertegas, jelas Sip, dengan kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke lokasi pengungsian sementara di Klaten. Pada kesempatan itu gubernur meminta pengungsi tidak pulang dulu.

"Pak gubernur dan ibu bupati juga telah meminta tidak pulang dulu dan menunggu perkembangan serta informasi dari lembaga terkait. Ini kan artinya lebih baik di pengungsian dulu," kata Sip Anwar.

Dengan perpanjangan itu, imbuh Sip, semua kegiatan mitigasi dan kontingensi tetap berlangsung. Posko kesiapsiagaan erupsi Gunung Merapi juga masih ada.

"Posko masih tetap berjaga. Meskipun untuk lokasi posko pindah dari pendopo Pemkab ke markas BPBD di Jalan Sulawesi," jelas Sip Anwar.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Pemkab Klaten Sri Yuwana Haris Yuliyanta menambahkan, soal perubahan arah ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang kini ke barat daya. Baik luncuran lava pijar, guguran atau jangkauan letusan.

"Jumat pekan lalu zoom meeting disampaikan BPPTKG terjadi penurunan parameter Merapi. Termasuk arah ancaman yang berubah ke barat daya, kita kan di posisi tenggara dan masih ada pengungsian," ungkap Haris pada detikcom di kantornya, hari ini.

Dengan begitu, kata Haris, Pemkab Klaten siap memberikan kenyamanan pada pengungsi untuk tetap bertahan di tempat evakuasi sementara sambil menunggu informasi lebih lanjut.

"Posko di BPBD sebab di pendapa digunakan untuk kegiatan lain. Posko masih tapi pindah ke BPBD sehingga tidak bubar karena segala kemungkinan di Merapi masih bisa terjadi," papar Haris.

Dasar utama kesiapan Pemkab, tegas Haris, yakni status Gunung Merapi yang masih Siaga. "Jadi semua tetap siap menghadapi segala kemungkinan," ucap Haris.

(sip/mbr)