PPKM Diperpanjang, Bupati Klaten: Berat tapi Demi Keselamatan Bersama

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 16:31 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani, Kamis (21/1/2021).
Bupati Klaten Sri Mulyani, Kamis (21/1/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diperpanjang dari 26 Januari hingga 8 Februari 2021. Bupati Klaten Sri Mulyani mengakui perpanjangan masa PPKM ini akan berat.

"Perpanjangan PPKM ini hal yang sangat berat, tapi akan lebih berat lagi kalau kita tidak disiplin," kata Bupati Klaten, Sri Mulyani pada wartawan usai menghadiri rapat pleno penetapan hasil Pilkada di KPU Kabupaten Klaten, Kamis (21/1/2021).

Menurut Mulyani PPKM memang akan diperpanjang pemerintah pusat mulai tanggal 26 Januari selama dua pekan ke depan. Dia menegaskan pemerintah pusat telah mengkaji dengan matang untuk mengeluarkan kebijakan tersebut.

"Intinya pemerintah Kabupaten Klaten selalu siap menjalankan instruksi pemerintah pusat," sambung Mulyani.

Untuk itu, imbuh Mulyani, Pemkab Klaten bersama Forkompinda akan mengawal dan menyukseskan serta berupaya keras untuk mendisiplinkan masyarakat. Sebab jika tidak disiplin maka akan terus diperpanjang.

"Kalau kita tidak disiplin dampaknya akan diperpanjang dan diperpanjang lagi. Kalau PPKM tahap pertama sudah kita laksanakan dengan baik, maka tidak diperpanjang," terang Mulyani.

Jika saat ini PPKM diperpanjang lagi, menurutnya bisa jadi karena hasil dari pelaksanaan tahap pertama belum memuaskan dan angka kasus virus Corona belum menurun. Untuk itu dia meminta masyarakat untuk mematuhi aturan dan protokol kesehatan.

"Intinya mohon kepada seluruh masyarakat, walaupun ini sangat sulit tapi mohon disukseskan. Karena ini demi kesehatan dan keselamatan kita bersama," kata Mulyani.

Kepada masyarakat yang sudah di-swab dan menunggu hasil, ucap Mulyani, diminta melakukan isolasi mandiri. Hal ini perlu untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Untuk masyarakat siapapun itu yang sudah melakukan swab dan hasilnya ada yang lama, masyarakat yang sudah di-swab sebelum hasil keluar diminta isolasi mandiri. Ini untuk mencegah penyebaran," ucap Mulyani.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Cahyono Widodo menambahkan, Klaten masih menjadi zona merah. Angka kematian akibat Corona di Jateng disebutnya masih tinggi.

"Angka reproduksi masih cukup tinggi. Angka kematian kita juga masih tinggi di angka lima persen, meskipun angka kesembuhan cukup baik jadi ya kita rekomendasikan PPKM diperpanjang," terang Cahyono pada wartawan di kantor KPU Kabupaten Klaten.

(sip/ams)