Sultan Dukung PPKM Jawa-Bali Diperpanjang: Wajar, Kasus Corona Belum Turun

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 12:46 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (21/1/2021).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (21/1/2021). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogyakarta -

Pemerintah pusat bakal memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah Pulau Jawa dan Bali. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengatakan DIY akan mengikuti keputusan tersebut.

"Tapi bagaimanapun kalau memang pemerintah pusat memperpanjang, tidak ada pilihan Yogya juga memperpanjang," kata Sultan saat ditemui di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Kamis (21/1/2021).

Sultan menyebut dengan keputusan ini pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) di DIY yang berakhir pada 25 Januari mendatang bakal diperpanjang. Sultan pun mengakui kasus virus Corona di wilayahnya cukup memprihatinkan.

"Kecuali kalau kita punya keyakinan mungkin turun jadi 50 atau 100 OTG biarpun yang positif lebih kecil, tapi kan kemarin aja masih 281 (kasus baru). Ya tidak berani untuk nurunkan," imbuhnya.

Terlepas dari masa PPKM yang diperpanjang, Sultan tetap mengingatkan warganya untuk disiplin protokol kesehatan (prokes) COVID-19. Diharapkan kasus baru Corona di wilayahnya bisa diputus dan makin berkurang jumlahnya.

"Itu kan harapannya bisa memutus hubungan tetangga (bermain ke tempat tetangga), karena larinya COVID-19 sekarang itu sudah keluarga dan tetangga. Jadi kalau itu yang tidak diputus tetap podo wae (sama saja)," ucapnya.

"Sekarang tergantung masyarakat sendiri mau tidak mendisiplinkan dirinya sendiri. Rasah omong tanggane lah (tak usah bicara tetangga), dirinya sendiri itu mendisiplinkan diri untuk tidak berkerumun atau pergi kalau tidak penting," pesan Sultan.

Dia menyebut disiplin prokes COVID-19 ini akan lebih efektif untuk menurunkan kasus Corona. Sultan juga memaklumi keputusan memperpanjang PPKM karena banyak warga yang masih mengabaikan prokes.

"Kalau bisa saling jaga diri seperti itu ya saya kira mesti turun. Bagi saya pemerintah pusat wajar saja kalau menaikkan kalau sampai tanggal 25 (Januari) ini (kasus Corona) tidak turun karena masyarakatnya juga tidak berubah," katanya.

Selanjutnya pesan Sultan soal disiplin prokes COVID-19

Selanjutnya
Halaman
1 2