Pemenang Pilkada Purbalingga Belum Ditetapkan Gegara Alasan Ini

Vandi Romadhon - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 12:49 WIB
Kantor KPUD Purbalingga
Kantor KPUD Purbalingga (Foto: Vandi Romadhon/detikcom)
Purbalingga -

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Purbalingga belum melakukan pleno penetapan hasil Pilkada 2020. Alasannya KPUD Purbalingga belum menerima Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) dari Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami nunggu BRPK dulu, Kalau mengacu jadwal dan tahapan di internal MK (diterbitkan) tanggal 18 Januari 2021 tapi sudah lewat dua hari belum keluar," Kata Anggota KPUD Purbalingga Zamahsary kepada detikcom di kantornya, Purbalingga, Rabu (20/1/2021)

Sesuai Peraturan KPU Nomor 5/2020, KPUD akan melakukan pleno penetepan calon terpilih paling lambat tiga hari setelah MK melakukan registrasi perkara konstitusi. Kemudian hasil pleno akan disampaikan kepada DPRD Kabupaten/kota, partai politik pengusung, paslon peserta Pilkada, KPU dan Bawaslu Kabupaten/kota.

"Paling lambat tiga hari setelah MK menerbitkan BRPK, sampai sekarang belum," katanya.

Zam zam, sapaannya, menyampaikan tidak mengetahui alasan keterlambatan BRPK. Sebab, penerbitan register BRPK itu kewenangan MK.

"Nggak tahu tapi intinya ini (BRPK) belum turun, itu kewenangan MK," ujar Zam zam.

Zam zam mengatakan pelaksanaan Pilkada Purbalingga berlangsung aman dan berjalan tanpa kendala yang berarti. Dia menyebut tidak ada sengketa di Pilkada Purbalingga.

"Alhamdulillah tidak ada sengketa, semoga lancar sampai penetapan nanti," ucapnya.

Untuk diketahui rapat pleno penghitungan suara Pilkada Purbalingga memenangkan paslon petahana Dyah Hayuning Pratiwi-Sudono (Tiwi-Dono) dengan perolehan 288.741 suara (54,74 persen). Sedangkan lawannya Muhammad Sulhan Fauzi-Zaini Makarim (Oji-Jeni) meraih 238.735 suara (45,26 persen).

(ams/ams)