Pemkab Sleman Putuskan Nasib Pengungsi Gunung Merapi Setelah PTKM

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 17:38 WIB
Sleman -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman masih melakukan kajian untuk memulangkan para pengungsi Gunung Merapi. Rencananya keputusan untuk memulangkan para pengungsi ini akan diambil setelah berakhirnya kebijakan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) 25 Januari mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto menyebut di wilayahnya baru warga dari Padukuhan Kalitengah Lor, Cangkringan, yang mengungsi. Dia menyebut warga kelompok rentan dari Kalitengah Lor masih berada di pengungsian.

"Kami berkesimpulan masalah (pengungsi) kembali atau tidak masih kita kaji karena beberapa faktor yang harus kita ikuti yang berpengaruh pengungsi itu kembali atau tidak yang kedua dengan adanya PTKM tidak mungkin kita berbondong-bondong kembali," kata Joko usai rapat koordinasi dengan BPPTKG di Pemkab Sleman, Selasa (19/1/2021).

Joko menyebut keputusan untuk memulangkan pengungsi akan diambil setelah tanggal 25 Januari. Yakni setelah berakhirnya penerapan PTKM.

"Setelah tanggal 25 (Januari) kita putuskan kepada warga masyarakat kembali atau tetap (di pengungsian)," jelasnya.

Untuk saat ini, para pengungsi terutama dari kelompok rentan belum diminta untuk pulang. Total kelompok rentan yang masih berada di barak pengungsian saat ini berjumlah 123 jiwa.

"Kita belum memberi perintah untuk pulang. Jadi saat ini pengungsi dari kelompok rentan dari Kalitengah Lor masih di barak totalnya ada 123 jiwa," urainya.

Joko menerangkan sesuai rekomendasi bahaya terbaru dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), ancaman erupsi Merapi mengarah ke sektor selatan dan barat daya. Sehingga wilayah Sleman yang paling berisiko terdampak erupsi Gunung Merapi yakni Kalurahan Girikerto, Wonokerto, dan Hargobinangun.

"Karena beralihnya ancaman ke barat daya, paling besar di Padukuhan Turgo, Tunggul Arum. Kalau Kalurahan ada di Kalurahan Wonokerto, Girikerto, dan Hargobinangun," paparnya.

Meski begitu, saat ini Pemkab Sleman belum mengungsikan warga dari kelompok rentan di sisi barat. Sebab, potensi bahaya Gunung Merapi masih jauh dari permukiman warga.

"Bahwa ancaman kita beralih ke aliran sungai Boyong, Krasak, Bebeng, Bedog dan Putih. Permukiman di daerah Kali Boyong jaraknya 6,5-7 kilometer, kemudian Tunggul Arum itu 7 kilometer. Ancaman bahaya 5 kilometer, dengan demikian untuk wilayah permukiman di Kali Krasak dan Boyong aman," pungkasnya.

(ams/rih)