Ganjar Targetkan Vaksinasi di Jateng Kelar Akhir Januari Ini

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 14:35 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau kegiatan vaksinasi di Puskesmas Manahan Solo
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau kegiatan vaksinasi di Puskesmas Manahan Solo (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong semua pemerintah daerah (pemda) di wilayahnya melakukan percepatan vaksinasi COVID-19. Dia menargetkan vaksinasi yang tengah berjalan tahap pertama ini rampung akhir Januari 2021.

"Kalau kita lakukan percepatan, mudah-mudahan kalau kita kejar akhir bulan ini saja sebenarnya mampu," kata Ganjar saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Manahan, Solo, Selasa (19/1/2021).

Ganjar menyebut target tersebut dapat tercapai dengan sistem pendataan dan penjadwalan yang baik. Sementara dari temuannya di Semarang dan Solo dalam dua hari ini, sistem tersebut masih butuh perbaikan.

"Seperti di sini tadi, sesi satu harusnya ada 15 orang divaksin. Tetapi ini yang datang 8 orang, kan sayang," kata dia.

Ganjar mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar bisa mengubah sistem tersebut menjadi manual. Sebab selama ini, penjadwalan sudah diatur melalui sistem secara saklek.

"Kita minta izin mendata manual saja, nanti kita yang ngalahi nginput ke pusat. Kalau sistem itu terbuka, kita bisa genjot lebih cepat lagi, tentunya harus tetap kredibel dan nakes menjadi prioritas," jelasnya.

Dengan sistem yang lebih longgar, tiap pemda bisa segera mengganti penerima vaksin yang berhalangan hadir dengan penerima yang terjadwal setelahnya. Jika hal tersebut bisa dilakukan dengan lancar, menurutnya proses vaksinasi seharusnya bisa selesai dua hari.

"Sebenarnya, hitung-hitungan kita, umpama sistem itu boleh lebih dilonggarkan, ini teori dua hari selesai. Karena seluruh nakesnya mampu, seluruh kekuatannya ada. Tinggal ngatur jadwal kapan dilakukan," tegasnya.

Namun ketika ditanya soal penerima vaksin yang tidak datang tanpa keterangan, Ganjar mengaku tidak akan memberi sanksi.

"Tidak ada sanksi. Apa-apa kok sanksi," ujarnya.

(ams/sip)