Waduh! 9 Pekan Klaten Zona Merah Corona Gegara Warga Bandel Abaikan Prokes

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 14:15 WIB
Kegiatan disinfeksi yang dilakukan Pemkab Klaten
Kegiatan disinfeksi yang dilakukan Pemkab Klaten. (Foto: Acmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Kabupaten Klaten selama sembilan pekan terakhir bertahan menjadi zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Pemicunya diduga karena transmisi lokal akibat tidak disiplinnya warga melaksanakan protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

"Ini sudah pekan ke-9 Klaten di zona merah. Penyebabnya karena transmisi lokal dan warga yang tidak disiplin melakukan protokol kesehatan," kata Tim Ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, dokter Roni Reokmito saat ditemui detikcom di kompleks Pemkab Klaten, Selasa (19/1/2021).

Menurut Roni, dari hasil evaluasi sementara terjadi kenaikan angka kasus secara signifikan sejak akhir bulan November 2020 lalu. Dari berbagai indikator, Klaten belum beranjak dari zona merah.

"Sejak akhir November tren kasus terus naik dan menyebabkan belum keluar dari zona merah. Kemarin sebagai contoh ada penambahan 102 kasus baru sehari," sambung Roni.

Roni menyebut penambahan 102 kasus baru itu, 88 orang di antaranya didapat dari kontak lokal. Dia menyebut laporan transmisi dari kontak orang luar Klaten tidak signifikan.

"Kontak dari luar tidak signifikan tetapi yang dominan kontak di lokal, bisa jadi kontak dengan orang terkonfirmasi COVID-19. Masih ada ketidakdisiplinan menerapkan protokol kesehatan," sambung Roni.

Roni mengatakan jika masyarakat terus abai dengan protokol kesehatan angka kasus Corona di Klaten bakal terus naik. Dia menyebut kesadaran masyarakat adalah kunci untuk menekan penyebaran kasus Corona.

"Kuncinya ada di masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan. Bagi yang diisolasi utamanya harus disiplin," pesan Roni.

Terpisah, Sekretaris Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, Sip Anwar menyatakan dalam rakor awal pekan ini juga membahas kenaikan kasus COVID.

"Perkembangan kasus masih tinggi. Semua pimpinan organisasi perangkat daerah diminta terus meningkatkan kedisiplinan, termasuk diminta tidak keluar kota," terang Sip Anwar di kantornya.

Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diharapkan menyadarkan masyarakat pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Sip Anwar menyebut hal ini penting untuk menekan laju pertambahan kasus.

"Disiplin semua pihak sangat menentukan. Pemerintah tidak bisa menekan kasus tanpa kesadaran warga," ucap Sip Anwar.

(ams/sip)