Sepekan PTKM Yogya, Satpol PP Catat 366 Pelanggaran

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 14:32 WIB
Tugu Pal Putih Yogyakarta bebas dari kabel listrik, Rabu (16/12/2020)
Tugu Pal Putih Yogyakarta. (Foto: Agus Septiawan/detikcom)
Yogyakarta -

Satuan Polisi Pamong Praja Daerah Istimewa Yogyakarta (Satpol PP DIY) mencatat ada 366 pelanggaran selama berlangsungnya pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM). Dari angka tersebut paling banyak pelanggaran yang dilakukan oleh perseorangan kemudian tempat usaha.

"Kalau sampai tanggal 17 (Januari) angka pelanggarannya mencapai 366 (pelanggaran)," kata Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad saat dihubungi wartawan, Selasa (19/1/2021).

"Dari 300 lebih pelanggaran itu, sekitar 60 di antaranya yang melakukan (pelanggaran) yang perseorangan seperti wajib pengenaan masker di tempat umum," lanjutnya.

Sisanya, kata Noviar, adalah tempat usaha seperti rumah makan, toko kelontong, konter pulsa dan kafe. Untuk tempat usaha, dia menyebut masih banyak yang belum menerapkan batasan maksimal 25 persen kapasitas makan di tempat, terutama saat jam makan siang.

Bahkan, selama sepekan ini dia menyebut ada 17 pelaku usaha yang sampai mendapat surat peringatan (SP). Sebab, mereka melanggar jam operasional yang telah ditentukan.

"Sanksi, kan harusnya SP 1 itu ada jeda 24 jam, setelah itu tutup 3x24 jam. Rencananya ada 12 yang kita mau nutup Minggu malam itu, tapi pas dicek itu mereka sudah tutup, sudah patuh. Itu artinya kami tidak lakukan penutupan 3x24 jam," katanya.

"Ada juga yang sampai benar-benar disegel, ada 5 tempat (usaha) di wilayah kerja Satpol PP Kabupaten Bantul," lanjut Noviar.

Menyoal penerapan work from home (WfH), dia menyebut adanya pelanggaran pada implementasi 75 persen work from home (WFH) pada sektor perkantoran. Menurutnya masih ada perusahaan yang memakai hitungan 50 persen untuk masing-masing WFH dan work from office (WFO).

"Ada juga yang pakai sistem shift, jadi mereka bagi dalam tiga shift (kerja)," ucapnya.

(sip/ams)