Kejari Sragen Kembalikan Rp 2 M Duit Korupsi Proyek RSUD ke Kas Daerah

Andika Tarmy - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 13:13 WIB
Tumpukan duit Rp 2,016 miliar sitaan dari kasus korupsi proyek ruang operasi RSUD Sragen yang dikembalikan Kejari Sragen ke Kas Daerah, Selasa (19/1/2021)
Tumpukan duit Rp 2,016 miliar dari kasus korupsi proyek ruang operasi RSUD Sragen yang dikembalikan Kejari Sragen ke Kas Daerah. (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Kejaksaan Negeri Sragen menyerahkan uang tunai Rp 2.016.766.740 ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, Jawa Tengah. Uang tersebut merupakan pengembalian kerugian negara dari kasus dugaan korupsi pengadaan sentra operation komer (OK) RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

"Kita serahkan kas daerah melalui Pemkab Sragen. Uang tersebut merupakan pengembalian kerugian negara kasus dugaan korupsi pengadaan sentra operation komer (OK) RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen sesuai putusan Pengadilan Tinggi Semarang," kata Kepala Kejaksaan Negeri Sragen, Sinyo Redy Benny Ratag, usai penyerahan di kantor Kejari Sragen, Selasa (19/1/2021).

Sinyo mengatakan Kerugian negara sebesar Rp 2,016 miliar ini diserahkan oleh Rahardian Wahyu, pengusaha asal Solo yang bertindak sebagai penyedia barang, Februari 2020 lalu. Setelah kasusnya inkrah, uang tersebut dikembalikan ke kas negara.

"Sudah inkrah di tingkat banding. Terpidana Rahadian Wahyu tidak mengajukan kasasi," imbuhnya.

Sinyo mengatakan pengembalian kerugian negara ini merupakan komitmen bersama pemerintah dan kejaksaan dalam penanganan kasus korupsi. Sehingga dalam penegakan hukum juga diupayakan pengembalian kerugian negara.

"Ini dalam rangka kontribusi kejaksaan untuk pemulihan ekonomi nasional. Apa guna kita menghukum orang, namun negara tetap dirugikan," terang Sinyo.

Terpisah, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyambut baik pengembalian kerugian negara ini. Pihaknya berharap dana ini bisa segera digunakan untuk mendukung pembangunan.

"Sudah masuk ke kas daerah, bisa digunakan. Apapun kebutuhannya kita bisa gunakan, sebagai pendapatan lain-lain yg sah," kata Yuni di lokasi yang sama.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi ini menjerat tiga orang yakni mantan Direktur Umum RSUD dr Soehadi Prijonegoro, Djoko Sugeng; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Nanang Y; dan Rahadian Wahyu selaku penyedia barang.

Kasus bermula saat digelar pengadaan ruang operasi RSUD Sragen pada 2016. Anggaran proyek mencapai Rp 8 miliar dengan sumber dana dari bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah.

Dalam proses tender, terjadi pengkondisian harga barang sehingga mengakibatkan kerugian negara. Pada September 2020 lalu, Pengadilan Negeri Tipikor Semarang memvonis ketiganya dengan hukuman 6 tahun penjara.

Putusan tersebut kemudian dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Semarang di tingkat banding, Desember 2020.

(ams/ams)