19 Tahun Lalu, Pesawat Garuda GA421 Mendarat Darurat di Bengawan Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 09:42 WIB
Pesawat Garuda Indonesia GA421 melakukan pendaratan darurat di Bengawan Solo, Klaten, tepat 19 tahun lalu pada 16 Januari 2002.
Pesawat Garuda Indonesia GA421 melakukan pendaratan darurat di Bengawan Solo, Klaten, tepat 19 tahun lalu pada 16 Januari 2002. Foto: (dok. Sunaryo Haryo Bayu)
Klaten -

Tepat 19 tahun lalu, 16 Januari 2002, pesawat Garuda Indonesia GA421 melakukan pendaratan darurat di Bengawan Solo, Desa Serenan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Umar Sahid (51) yang saat itu menjadi Ketua RW 04, menceritakan tak banyak warga setempat yang melihat langsung proses pendaratan darurat Garuda Indonesia sore itu, sekitar pukul 16.00 WIB. Saksi mata kebanyakan para pemancing ataupun warga yang sedang beraktivitas di sungai.

"Ada suara gemuruh, tapi kok di bawah. Saya lihat banyak orang lari ke sungai, katanya pesawat jatuh. Saya nggak percaya, tapi ternyata benar," kata Umar saat dijumpai di rumahnya yang hanya 50 meter dari lokasi kejadian, Jumat (15/1/2021).

Menurutnya, pesawat kebetulan mendarat di tempat yang tepat di daerah dangkal. Sehingga warga mudah dalam mengevakuasi penumpang.

"Itu kalau mendarat 100 meter ke utara atau 100 meter ke barat atau agak ke timur mungkin tenggelam. Saya pas datang, penumpang itu sudah di sayap, takut mau turun, nggak tahu kalau dangkal," kata dia.

Umar mengatakan kondisi bagian dalam pesawat terlihat baik-baik saja, meskipun ekor pesawat hilang karena sempat terbentur sesuatu. Barang-barang penumpang masih berada di tempatnya.

Mengetahui kecelakaan itu, Umar mengaku teringat pengalaman mengevakuasi kecelakaan kereta api di Sragen. Saat itu banyak warga yang tidak menolong, namun malah mengambil barang-barang penumpang.

"Dari pengalaman itu saya tidak mau itu terjadi. Saya dan Pak RT langsung mengamankan penumpang dan barang-barangnya ke sini (rumahnya). Semua barang masuk kamar, tidak boleh ada yang ambil sampai polisi datang. Alhamdulillah tidak ada yang hilang," kata dia.

Pesawat Garuda Indonesia GA421 melakukan pendaratan darurat di Bengawan Solo, Klaten, tepat 19 tahun lalu pada 16 Januari 2002.Pesawat Garuda Indonesia GA421 melakukan pendaratan darurat di Bengawan Solo, Klaten, tepat 19 tahun lalu pada 16 Januari 2002. Foto: (dok. Sunaryo Haryo Bayu)

Situasi sore yang mendung itu terasa sangat panik. Banyak penumpang menangis. Kapten Abdul Rozaq yang merupakan pilot pesawat terlihat mondar-mandir menelepon seseorang.

"Suasana tidak karuan. Waktu itu telepon masih pakai kabel, jarang yang punya handphone. Itu kami telepon ke mana-mana nggak ada yang percaya ada pesawat jatuh di sungai, akhirnya kita bawa penumpang ke RS dr Oen naik pikap, warga punyanya pikap," kata dia.

Meski warga menemukan seluruh penumpang selamat, ternyata pilot mendata ada satu orang kru pesawat, yakni pramugari yang hilang. Warga kembali mencari pramugari itu ke dalam pesawat, namun tidak ketemu juga.

"Kemungkinan jatuh saat ekor menabrak sesuatu, akhirnya ditemukan warga di sungai, beberapa kilometer dari sini. Pramugari satunya ditemukan di sungai sekitar pesawat, masih di tempat duduknya, teriak minta tolong," kata Umar.

Simak juga video 'Robot Bawah Laut BPPT Petakan 34 Titik Puing Pesawat Sriwijaya Air':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3